Kepala Pekon Tanjungsari Diduga Menghilang Bawa Kabur Dana Desa Ratusan Juta

Tanggamus, jejakkasus.info

Kepala Pekon Tanjungsari, Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus Arsudin diduga membawa kabur dana desa senilai ratusan juta rupiah. Sejak beberapa bulan lalu Arsudin menghilang.

Menurut Bendahara Pekon Tanjungsari Misnun, anggaran dana desa semua berada di rekening pribadi kepala pekon. Saat penarikan anggaran dana desa dari bank, kata dia, uang tersebut langsung ditransfer ke rekening pribadi kepala pekon. “Tidak ada uang lagi. Semua sama pak kakon,” kata Misnun, Kamis (21/11).

Masyarakat dibuat geram atas ulah sang kepala pekon. Seorang petani bernama Saib mengaku spihak pekon belum membayar pembelian bibit coklat dan jambe lebih kurang senilai Rp65 juta. “Janji pembayaran bulan April lalu, sampai sekarang belum juga dibayar. Padahal sudah disepakati lewat surat perjanjian,” ungkap Saib.

Pelarian Arsudin lantaran dirinya terlilit hutang makin menguat. Selain banyaknya tunggakan biaya yang belum dilunasi pihak pekon, rumah yang selama ini ia tempati pun disegel pihak bank.

Berita sebelumnya, Tanpa kabar yang jelas, kepala pekon Tanjungsari, Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus, Arsudin, diduga melarikan diri, meninggalkan sejumlah permasalahan serius di belakangnya. Masyarakat setempat mengecam buruknya kinerjanya, terutama terkait hutang piutang yang merugikan warga.
Dampak dari kepergian Arsudin begitu terasa di tengah-tengah masyarakat Tanjungsari. Pengurus berkas dan keperluan lainnya terhenti, membuat warga merasa geram. Selama tiga bulan terakhir, kepala pekon tersebut bahkan tidak pernah muncul di kantor, meninggalkan tugas dan tanggung jawabnya.
Tokoh masyarakat dan warga menyoroti lambannya respons dari pihak berwenang, meminta Bupati Tanggamus untuk segera menunjuk Kepala Pekon Pergantian Antar Waktu (PAW). Mereka menginginkan agar roda pemerintahan di Pekon Tanjungsari dapat kembali berjalan dengan baik.
Kekecewaan terhadap Arsudin tidak hanya terkait dengan kepergiannya, tetapi juga dengan kinerja buruknya selama menjabat. Dalam dua tahun terakhir, banyak permasalahan yang timbul, termasuk masalah keuangan yang melibatkan dana desa. Masyarakat merasa kepala pekon lebih fokus pada aktivitas tidak produktif, seperti membuat konten TikTok, daripada menjalankan pemerintahan pekon dengan baik.
Tokoh masyarakat menilai bahwa Arsudin tidak hanya membiarkan masalah hutang piutang berkembang, tetapi juga membawa kabur sejumlah besar uang dana desa. Total hutang mencapai milyaran Rupiah, menyebabkan hambatan dalam roda pemerintahan pekon.
Dalam konfirmasi dari anggota BHP Pekon Tanjungsari, Dodi Irawan, diketahui bahwa organisasi tersebut tidak pernah dilibatkan dalam penyelesaian masalah di Pekon Tanjungsari. Dodi menegaskan bahwa tidak ada informasi atau keterlibatan BHP terkait anggaran dana desa atau pembangunan di pekon tersebut.
“Dalam hal apapun terkait permasalahan Pekon Tanjungsari, apalagi terkait masalah Anggaran Dana Desa, belum pernah ada di Pekon Tanjungsari dari awal kepemimpinan Arsudin hingga dua tahun ini,” ungkap Dodi.
Dodi juga membenarkan bahwa Arsudin terjerat dalam hutang piutang dengan jumlah yang signifikan. Kabar mengenai penggelapan uang dana desa juga dinyatakan sebagai fakta oleh anggota BHP Pekon Tanjungsari ini.
Menghadapi situasi yang semakin genting, masyarakat Tanjungsari berseru kepada aparat penegak hukum dan Bupati Tanggamus untuk segera melakukan pemilihan Kepala Pekon Pergantian Antar Waktu (PAW) demi memulihkan tatanan pemerintahan di pekon tersebut.
Bambang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *