Kerja Part Time Terbelangkainya Kuliah Mahasiswa.

by -1,195 views

Dirilis : Siska Ayu Wulandari
Jurusan : Manajemen
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis
Univ : Universitas Muhammadiyah Malang

WWW.JEJAKKASUS.INFO | Bagi mahasiswa cerdas “Time Is Money” (waktu adalah uang).
Seiring dengan perkembangan zaman, berbagai jenis kebutuhan semakin meningkat dan kompleks. Kebutuhan yang krusial bagi manusia salah satunya, yakni kebutuhan akan pendidikan. Pendidikan merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting karena pendidikan mempunyai tugas untuk menyiapkan SDM bagi pembangunan bangsa dan negara. Secara rinci kebutuhan mahasiswa guna kelancaran melaksanakan pendidikan sangat beragam dan harus terpenuhi agar kebutuhannya akan pendidikan tidak terganggu, di antaranya seperti untuk membayar SPP, membeli alat tulis lengkap, membeli buku teks/buku tulis, biaya fotokopi, biaya pelatihan, biaya riset/penelitian, biaya praktek bidang studi, akses internet, dan berbagai pembiayaan lain untuk memenuhi tuntutan pendidikan khususnya di perguruan tinggi.
Terlebih tambahan untuk biaya hidup mahasiswa, seperti: makan, kos, bensin, service motor dan lain-lain. Kebutuhan akan hidup yang kian meningkat pula membuat mahasiswa harus mencari cara untuk mampu mencukupi kebutuhannya untuk pendidikan dan juga untuk biaya hidupnya. Beberapa mahasiswa mencari jalan keluar dengan cara bekerja. Fenomena peran ganda mahasiswa, yakni kuliah sambil bekerja sudah banyak ditemukan. Umumnya mahasiswa akan memilih bekerja dengan sistem kontrak dalam jangka pendek (shortterm contracts) dan kerja paruh waktu (parttime jobs). Namun demikian mahasiswa akan lebih memilih kerja part-time dikarenakan lebih fleksibel dalam mengatur waktu bekerja dengan kuliah.
Selain itu, bekerja part-time memiliki waktu yang lebih sedikit dari itu, biasanya per hari hanya membutuhkan waktu sekitar 3-5 jam. Beragam alasan yang melatarbelakangi mahasiswa untuk kuliah sambil bekerja. Alasan utamanya adalah terkait dengan finansial yakni memperoleh penghasilan untuk membayar pendidikan dan kebutuhan sehari-hari sekaligus meringankan beban keluarga. Alasan lainnya adalah untuk mengisi waktu luang dikarenakan jadwal perkuliahan yang tidak padat, ingin hidup mandiri agar tidak ketergantungan dengan orang lain ataupun orang tua, mencari pengalaman di luar perkuliahan, menyalurkan hobi dan macam-macam alasan lainnya.
Bahwa mahasiswa yang kerja paruh waktu dilatarbelakangi oleh masalah ekonomi, mengisi waktu luang, hidup mandiri dan mencari pengalaman. Yang mendasari seorang mahasiswa untuk bekerja di antaranya adalah kebutuhan finansial, kebutuhan sosial relasional, dan kebutuhan aktualisasi diri. Di sisi lain adanya konflik peran antara kuliah dan bekerja dapat menjadi sumber stress, absensi dan produktivitas. Mahasiswa yang kuliah sambil bekerja dituntut untuk mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, mulai dari manajemen waktu antara waktu yang digunakan untuk kuliah dengan pekerjaan, kedisiplinan, baik itu dalam urusan perkuliahan maupun dalam pekerjaan, dan memperhatikan kondisi kesehatan fisik karena mereka harus membagi peran antara menjadi seorang mahasiswa dan karyawan.
Manfaat yang diperoleh mahasiswa dengan bekerja selain finansial adalah untuk pengembangan keterampilan, pemahaman yang luas tentang dunia bisnis, dan peningkatan kepercayaan diri. Dengan bekerja, mahasiswa mampu berpikir lebih kreatif, dan memiliki jiwa profesional. Dapat membantu orang tua dalam membiayai kuliah, memperoleh pengalaman kerja serta kemandirian ekonomis, ketrampilan akan menciptakan mahasiswa menjadi mandiri, namun banyak hal yang harus dikorbankan mahasiswa yang bekerja part-time seperti berkurangnya waktu belajar, sosialisasi dengan teman, dan waktu istirahatnya, sehingga dampak negatif yang ditimbulkan akhirnya akan dapat mempengaruhi aktivitas belajar mahasiswa dan prestasi akademik mahasiswa itu sendiri.
Waktu belajar di sini pengaruhnya terhadap mahasiswa melakukan kerja parttime adalah tersitanya waktu yang seharusnya untuk belajar digunakan untuk hal lain sehingga dapat mengganggu aktivitas belajar mahasiswa itu sendiri, dapat dilihat dari kemungkinan banyak mahasiswa yang lalai dalam mengerjakan tugas-tugas kuliahnya, tidak konsentrasinya mahasiswa pada saat kegiatan belajar-mengajar, dan lain sebagainya. Dan dikhawatirkan, mahasiswa malah keasikan bekerja sehingga mengenyampingkan kuliah, kuliahnya menjadi terbengkalai, atau bahkan drop-out karena kemungkinan kurangnya motivasi untuk menyelesaikan studi dan hasil belajar mengalami penurunan atau merasa pekerjaan yang dijalaninya sudah cukup untuk bekal mereka hidup.
Dengan begitu mahasiswa yang melakukan kerja part time ditempat kerja yang terikat itu sebaiknya mencari pekerjaan casual. Dikarenakan jika bekerja ditempat yang terikat kontrak maka mahasiswa harus mengikuti jadwal yang telah ditentukan oleh tempat kerja tersebut. Akan tetapi jika mahasiswa bekerja sebagai pegawai casual, maka mahasiswa dapat mengatur jadwalnya sendiri dan juga mendapatkan gaji setiap kapan ia masuk. Karena bekerja casual itu gajinya hanya dihitung saat kita masuk, contohnya casual di hotel,restaurant dan sebagainya. Dibandingkan bekerja di tempat yang memiliki kontrak yang dapat menganggu jadwal kuliah, lebih baik bekerja casual. Kuliah tidak terbengkalai tetapi masih bisa mendapatkan uang dari kerja casual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *