Ketua DPC LSM Penjara Indonesia dan Ketua Lsm LPK Jatim Mendatangi Unit Pidsus Polres Situbondo, Tekait Perampas Sepeda Motor oleh Oknum Debt Collector

Situbondo l Jejakkasus.info – Dalam kedatangan ketua Lsm Penjara Indonesia dengan ciri khas rambut gondrongnya bersama Ketua Lembaga Pemberatas Korupsi Jatim, dia menyampaikan kepada awak media jejakkasus info, mengenai kedatangannya ke ruang penyidik pidsus tadi pagi, bahwa apa yang disampaikan oleh penyidik pidsus kepada Fajar dan Misyono akan saya lakukan dalam dua hari ini pemanggilan terhadap Oknum Debt Collector. Selasa 24 Januari 2023.

Polres Situbondo menyikapi Dugaan Perampasan Sepeda Motor oleh Oknum Debt Collector
“Kami sudah kontak Binmas untuk menyampaikan kepada Polsek, Koramil, dan Kecamatan agar melakukan sosialisasi kepada masyarakat kalau perampasan kendaraan tersebut tidak dibenarkan apapun alasannya. Oleh karena itu kalau ada yang melakukan atau mengambil unit dijalan itu ada mekanismenya sendiri,” ujar AKP Dhedi Ardi Putra selaku Kasat Reskrim Polres Situbondo.”paparnya”

Lanjut “,…Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Dhedi Ardi Putra, seusai ditemui Oleh Fajar dan Misyono. Kasus dugaan perampasan sepeda motor oleh oknum debt collector di Kabupaten Situbondo beberapa waktu lalu menjadi perhatian serius aparat kepolisian terutama di wilayah Polres Situbondo dan Dia tidak ingin peristiwa serupa kembali terjadi karena sangat – sangat meresahkan masyarakat atau pengguna jalan.

Menurut Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Dhedi Ardi Putra, pihaknya telah berkoordinasi dengan Jajaran Binmas (Satuan Pembinaan Masyarakat) Polres Situbondo untuk mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat. Dengan harapan kejadian serupa tidak terulang kembali “imbuhnya”.

“Kami sudah kontak Binmas untuk menyampaikan kepada Polsek, Koramil, dan Kecamatan agar melakukan sosialisasi kepada masyarakat kalau perampasan kendaraan tersebut tidak dibenarkan apapun alasannya. Karena kalau mengambil unit itu ada mekanismenya sendiri,” ujarnya

Lebih lanjut, pria asal Mojokerto ini menegaskan, perampasan kendaraan yang dilakukan oleh oknum debt collector merupakan tindakan ilegal. “Sehingga masyarakat yang mengalami hal seperti itu kendaraannya jangan langsung dikasihkan. Tanyakan dulu mana surat tugasnya? Bawa apa tidak?” tambah Kasat Reskrim

Menurut Kasat Reskrim, ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh debt collector agar dapat menyita barang kendaraan. Hal tersebut mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan,” bebernya.

Persyaratan tersebut berupa dokumen-dokumen seperti kartu identitas, sertifikat profesi dari lembaga resmi, surat tugas dari perusahaan pembiayaan, dan bukti jaminan fidusia. “Itu semua harus bisa ditunjukkan oleh debt collector pada proses penagihan.

Lebih lanjut Dhedi meminta kepada masyarakat Situbondo untuk melapor ke polisi terdekat Polsek atau ke Mapolres apabila terjadi korban perampasan kendaraan bermotor yang dilakukan oleh oknum debt collector. “Laporkan saja ke kami, pasti kami tidak lanjuti,” pungkasnya.

(Tim Hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *