Ketua IPM Lhokseumawe Mendukung Kapolres Lhokseumawe, Memberantas Agen Judi Domino 

oleh -10 views

Lhokseumawe l Jejakkasus.info – Terkait gencarnya penangkapan terhadap agen chip judi online di Lhokseumawe dan Aceh menjadi pro kontra di kalangan masyarakat.

RMY Ketua IPM Kota Lhokseumawe, turut mengritisi terkait agen chip dan pemain game Higgs Domino Island yang sedang gencar dilakukan penangkapan oleh aparat penegak hukum di Lhokseumawe beberapa pekan terakhir.(21/9/2021).

“Aparat penegak hukum di Aceh gencar melakukan penangkapan terhadap pihak-pihak yang bermain Game Higgs Domino Islan dan agen chip dari game judi online tersebut, namun game nya dibiarkan hidup tanpa ada pemblokiran dari pemerintah dan aparat penegak hukum, serta ini seakan memancing berbagai pihak untuk sengaja atau hanya coba-coba memainkan peran dalam judi online,”kata Rizki Maulizar Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Lhokseumawe dalam rilisnya diterima awak media.

Bahkan, dijelaskannya, pemain dan agen chip game judi online tersebut diterapkan hukum sehingga gencar dilakukan penangkapan oleh aparat penegak hukum di Aceh. “Namun game tersebut dibiarkan tanpa ada pemblokiran aplikasi dan ini benar-benar terkesan tidak tegas dalam penanganan judi online,” jelasnya.

Dia menyebutkan, seharusnya pihak yang memiliki otoritas mengenai hal tersebut harus benar-benar tegas dalam menerapkan syari’at islam, hukum, dan aqidah di bumi Aceh.

“Bukan dengan cara menangkap, namun yang harus diprioritaskan adalah menghapus, menutup, dan memblokir game judi online tersebut,”tegas Ketua IPM Lhokseumawe.

Selain itu, Rizki Maulizar Yusuf juga menjelaskan bahwa penegakan hukum yang sedang gencar dilakukan di Aceh terhadap pihak-pihak yang bermain game judi online ini terkesan tidak tegas, dan formalitas belaka dalam menjalankan penegakkan hukum dan syari’at islam di Aceh.

“Jika aplikasinya dibiarkan untuk secara tidak langsung maupun secara langsung dengan mudah masih saja dapat diakses oleh masyarakat tanpa ada ketegasan dari yanh berotoritas untuk melakukan penghapusan dan pemblokiran game tersebut, ini kan terkesan lucu dan tidak serius dalam membimbing masyarakat untuk tidak terjerat hukum dan memperbaiki aqidah,” ungkapnya. (Limbad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *