Klarifikasi Pelayanan Polsek Menggala yang Kurang Memuaskan Menurut Keluarga Korban

Tulang Bawang. Jejakkasus.info

Berasal dari perkara penganiayaan terhadap korban Yusnadi bin Burhanudin, warga Menggala, pada 29 Mei 2024.

Korban melaporkan penganiayaan yang menimpa dirinya ke Polsek Menggala. Laporan diterima oleh anggota piket SPKT pada tanggal 26 Oktober 2023.

Karena proses penyidikan yang memakan waktu cukup lama dan terjadinya miskomunikasi antara penyidik pembantu dengan keluarga korban, pihak keluarga korban merasa kecewa. Miskomunikasi yang terjadi mengakibatkan keluarga korban salah paham dan menyimpulkan bahwa penyidik pembantu meminta uang agar kasus bisa cepat selesai.

Setelah dikonfirmasi melalui telepon oleh media busernet.co.id, Briptu A. Hidayat Pakuan menjelaskan bahwa ucapan yang disampaikannya kepada keluarga korban telah disalahartikan. “Ucapan saya yang mengakibatkan kesalahpahaman adalah ‘MOHON PENGERTIANNYA’, bukan berarti saya meminta uang atau dana,” jelasnya. “Mohon pengertiannya dalam arti kata sabar. Mohon pengertiannya agar keluarga korban bersabar karena proses penyidikan sedang berjalan.”

Briptu A. Hidayat Pakuan juga menambahkan bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta beberapa unsur yang belum tercukupi seperti saksi tambahan yang menguatkan korban dan lain-lain. Karena itulah proses perkara agak lambat. Miskomunikasi antara penyidik pembantu dan keluarga korban mengakibatkan munculnya pemberitaan yang kurang akurat ini.

“Miskomunikasi antara saya selaku penyidik pembantu dan keluarga korban mengakibatkan munculnya pemberitaan ini dan sudah diklarifikasi terhadap keluarga korban. Alhamdulillah, selesai,” lanjutnya.

Briptu A. Hidayat Pakuan menegaskan, “Saya tidak pernah menyatakan meminta uang. Hanya penyampaian kata ‘pengertiannya’ itu yang salah diartikan. Dan Alhamdulillah, terlapor kasus penganiayaan tersebut sudah kami amankan.”

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan keluarga korban dapat memahami situasi yang sebenarnya dan tidak lagi merasa kecewa dengan kinerja Polsek Menggala. Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk meningkatkan komunikasi yang lebih baik dalam penanganan kasus-kasus hukum di masa mendatang.

Pihak Polsek Menggala menekankan pentingnya sabar dan pengertian dari semua pihak terkait proses hukum yang berjalan, serta mengingatkan bahwa segala informasi yang diterima harus diklarifikasi terlebih dahulu untuk menghindari kesalahpahaman. Demikian penjelasan yang disampaikan oleh Briptu A. Hidayat Pakuan dalam menanggapi pemberitaan yang berkembang.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *