Krisis Air Bersih, SMPN 35 Berasrama Kaur Minta Tambahan Sumur Bor

Bengkulu l Jejakkasus.info – SMPN 35 Berasrama Kaur butuh perhatian Pemerintah Daerah. Kurun waktu empat tahun terakhir sekolah berbasis asrama ini krisis air bersih dan berharap pembangunan sumur bor.

Sekolah yang beralamat di Desa Gedung Sako Kecamatan Kaur Selatan ini memiliki peserta didik mencapai ratusan orang siswa ditambah puluhan guru pembimbing yang tinggal diasrama sekolah.

Disampaikan Riky salah seorang guru asrama (25/09/22) mengatakan, bahwa dari tiga unit sumur bor hanya ada satu masih yang masih berfungsi, dan merupakan satu satunya sumber air bersih bagi para dewan guru maupun siswa dan siswi yang tinggal diasrama.

Kondisi sulit air bersih ini sudah berlangsung cukup lama, dan keluhan tersebut sudah pernah disampaikan ke Pemerintah Daerah melalui OPD terkait, namun hingga kini belum ada tanda tanda akan adanya penambahan pembangunan sumur bor.

Minimnya pasokan air ini telah berdampak buruk terhadap lingkungan sekolah dan kenyamanan para siswa, bahkan ada siswa siswi yang keluar memilih pindah ketempat sekolah lain.

“Saat ini hanya ada satu sumur bor yang masih berfungsi, akibatnya pemakaian air diatur secara bergnatian, antara asrama putri, dapur umum dan asrama putra dengan waktu satu jam”. Keluhnya.

Karena ketersedian air dari sumur bor terbatas, para siswa asrama laki mandi maupun mencuci siswa memakai air buluran dan air hujan yang ditampung pada bak penampungan.

Atas kondisi itu Riky sangat berharap agar kedepannya Pemerintah Daerah melalui OPD terkait untuk dapat melakukan pembangunan penambahan sumur bor, ungkapnya penuh harapan. (Iwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *