Kuasa Hukum PSHT Tuban, Polisikan PSHT Abal Abal

oleh -1.641 views

Tuban, Jejakkasus.info

Ketua Cabang PSHT Cabang Tuban bapak Lamidi, S.P. telah resmi melaporkan terkait dugaan tindak pidana penggunaan Merek terdaftar tanpa ijin dari yang berhak, Melalui Kuasa hukum Lamidi,S.P. yakni Khoirun Nasihin, SH. MH. Selaku Lawyer PSHT Cabang Tuban, ketika di konfirmasi media ini, bapak Lamidi,S.P. membenarkan bahwa telah melaporkan terduga pengguna hak merek tanpa ijin ke polres Tuban,
“Iya memang benar, kami didampingi TIM LHA PSHT Cabang Tuban, Khoirun Nasihin, SH. MH. Dan rekan, telah melaporkan saudara Sofwan Toyib Supriyadi, dengan sengaja menggunakan hak merek kelas 41, ” ungkap ketua PSHT Cabang Tuban yang sah.27/04/2021

Setelah dikonfirmasi koran ini selaku pengacara dari bapak Lamidi,SP, “Bapak Sofwan Toyib Supriyadi, kami adukan ke Polres Tuban, yang bersangkutan dengan sengaja telah menggunaan hak merek, untuk mengadakan pelatihan dan jasa Pencak Silat, dan mengatasnamakan PSHT Cabang Tuban, dan memberikan intruksi utk melakukan kegiatan latihan pencak silat PSHT, di wilayah hukum Polres Tuban” Ungkapnya,

Ditambahkan lagi bahwa “PSHT Cabang Tuban Menyerahkan sepenuhnya kepada yang berwajib dan berharap proses hukum akan di jalankan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, hal ini merupakan Hak Atas Kekayaan Intelektual ini di miliki oleh PSHT yang beralamat di jalan Merak No.10 Nambangan Kidul, Kota Madiun. Dan yang menerima atas kuasa merek yaitu kepada bapak Lamidi,S.P.” Ungkap Kuasa hukumnya

Ditegaskan Lawyer dari PSHT Cabang Tuban, “Perlu diketahui masyarakat bahwa, Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk memberikan perlindungan hukum terhadap merek terkenal. Komitmen pemerintah dalam melindungi merek terkenal telah diatur dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis (UU Merek).” Ungkapnya.

Tim Lembaga Hukum dan Advokasi PSHT Cabang Tuban menjelaskan bahwa, “Jika dilihat bahwa aturan penggunaan Hak Kekayaan Intelektual, ini bersifat delik aduan, itu artinya kalau kita tidak lapor, mereka akan lebih jauh lagi bergerak menggunakan hak merek, yg bukan semestinya, kan bukan hak mereka dan mereka (Sofwan Toyib Supriyadi) tidak ada mandat apapun untuk hal ini dari PSHT yang berpusat di Madiun ini” Tegasnya.

Mengenai pidana yang akan di jalani terduga,jika terbukti menggunakan kelas 41 ini tanpa izin, Tim Hukum menjelaskan bahwa “Ya jelas sekali mas, apabila mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis (UU MIG) yang berdasarkan Pasal 100 ayat (1) UU MIG dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan / atau pidana denda paling banyak Rp.2 miliar ( Dua Milyar Rupiah) tentunya lisensi ini hak istimewa yg diberikan oleh negara kepada penerima, serta kuasa penerima untuk mempergunakan, kalau tidak ada kuasa untuk mempergunakan, ya janganlah ya, itukan terduga (Sofwan Toyib Supriyadi) tidak ada kuasa, menggunakan Lisensi PSHT, ya kita tertibkan,” tegas Kuasa hukum pemohon.

Sedikit dijelaskan pada media, tentang Hak atas Merk bahwa,
“Yang perlu diperhatikan pengertian dari merek apabila mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis (UU MIG) terdapat dalam Pasal 1 angka 1, itu berbunyi Merek adalah tanda yang dapat diakses secara grafis berupa gambar, logo , nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan / atau 3 (tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) ) atau lebih dari unsur tersebut untuk membedakan barang dan / atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan / atau jasa, dari pengertian merek di atas, dapat menerapkan bahwa logo merupakan salah satu unsur yang dapat digunakan untuk membedakan barang dan / atau jasa milik seseorang.” Ditegaskan oleh Kuasa hukum pemohon

(Bambang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *