Kunker Komisi IX DPR RI Diterima Bupati Jombang

Jombang l Jejakkasus.Info – Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi IX DPR RI dimasa Reses tahun sidang 2021 – 2022 di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin ( 27/12/2021) diterima langsung oleh Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab diruang Swagata Pendopo Pemkab Jombang yang didampingi oleh Asisten dan Kepala OPD terkait lingkup Pemkab Jombang.

Rombongan Komisi IX DPR RI yang dipimpin Hj, Dra. Nihayatul Wafiroh, MA, di Kabupaten Jombang, untuk memastikan bagaimana pelayanan kesehatan, ketenagakerjaan, kependudukan, pengawasan obat dan makanan, serta jaminan sosial di tengah Pandemi Covid-19.

Nihayatul Wafiroh juga menerangkan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait proses legislasi dan perumusan kebijakan pemerintah pusat yang berkaitan dengan bidang tugas Komisi terutama di masa ketika Indonesia sedang menghadapi pandemi COVID-19.

“Dalam Kunker Reses, di Kabupaten Jombang, yang banyak pesantrennya ini, kami ingin memastikan persoalan Covid 19 di Kabupaten Jombang sudah tercover dengan baik dan ingin melihat bagaimana pelayanan kesehatan yang ada di Kabupaten Jombang”, tuturnya.

“Kita menemukan banyak hal yang menarik di Kabupaten Jombang, salah satunya soal stunting di Kabupaten Jombang sudah di bawah angka nasional, ini menunjukkan bahwa progres di Kabupaten Jombang untuk penurunan stunting cukup bagus dan perlu diapresiasi untuk hal tersebut,” terangnya.

Tidak hanya itu, terkait program Keluarga Berencana di Kabupaten Jombang cukup bagus, dan ini perlu diapresiasi dari BKKBN agar menjadikan kabupaten Jombang menjadi kota percontohan untuk penurunan stunting dan KB. Sedangkan untuk BPJS kesehatan juga cukup bagus yakni 78,8 sekian persen dari seluruh penduduk.

“Dari evaluasi terkait angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB ) yang masih cukup tinggi disini, kita berharap bisa diturunkan dan stunting bisa terus di turunkan. Untuk ketenagakerjaan terkait masalah UMK dan lain sebagainya dan itu menjadi pembahasan kita yang nanti kedepannya akan bisa kita ambil keputusannya secara nasional yang bisa menjadi masukan bagus bagi kabupaten Jombang,” jelas Nihayatul.

“Untuk capaian vaksinasi di Kabupaten Jombang juga sudah sangat baik. Harapannya semoga dengan adanya vaksinasi yang sudah baik dan sudah tinggi bisa menjadikan kabupaten Jombang terhindar dari penyebaran covid 19,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Hj. Mundjidah Wahab menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian juga kunjungan kerja komisi IX di Kabupaten Jombang. Harapannya dengan adanya kunjungan dari Komisi IX DPR RI ini akan menambah program-program dari pusat untuk daerah Kabupaten Jombang. Karena Jombang masih membutuhkan bantuan dan dukungan dari pusat terkait penanganan dalam hal kesehatan maupun dalam hal ketenagakerjaan.

“Terutama masalah terkait stunting, kita harus melakukan percepatan untuk penurunan stunting sesuai dengan instruksi dari Bapak Presiden. Dengan adanya hal tersebut kita masih perlu pola-pola bagaimana caranya kita melakukan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Jombang dengan dukungan dari pemerintah pusat termasuk dari DPR RI,” pungkas Bupati Jombang.

Rombongan Komisi IX DPR RI yang dipimpin Nihayatul Wafiroh, Ketua Komisi IX DPR RI juga melakukan kunker ke RSUD Jombang untuk mengetahui bagaimana pelayanan dan fasilitasnya. Tak terkecuali pada pelayanan yang ada di IGD (Instalasi Gawat Darurat).

Nihayatul Wafiroh menilai pelayanan di RSUD Jombang sudah bagus. Dan berhasil meraih penghargaan dari BPJS sebagai rumah sakit yang paling berkomitmen di kelas B.

Dalam masa reses (serap aspirasi), pihaknya juga ingin mengetahui apa yang menjadi kekurangan pada RSUD Jombang. ”Jadi kami juga sampaikan ke Direktur rumah sakit, apa yang menjadi kekurangan pada rumah sakit di Jombang,” tuturnya.

dr. Pudji Umbaran, Direktur RSUD Jombang, menjelaskan kepada Komisi IX DPR RI terkait beberapa pelayanan dan inovasi RSUD Jombang yang baru saja mendapatkan penghargaan tertinggi dari BPJS, sebagai RSUD paling berkomitmen di kelas B.

Sementara itu disampaikan juga oleh dr. Pudji, terkait pelayanan yang perlu mendapatkan perhatian adalah IGD yang dirasa masih kurang representatif. ”IGD merupakan gapura dan pintu masuk rumah sakit. Kami ingin mendapat suport pembangunan dari para anggota DPR RI,” tegasnya.

dr. Pudji Umbaran, Direktur RSUD Jombang menginginkan, mempunyai IGD yang terintregarsi ke seluruh pelayanan kegawatan mulai dari ibu melahirkan, kasus kecelakaan dan kasus laka. ”Kami juga berharap kamar operasi disediakan mempunyai standar mutu yang ada,” tandas Pudji Umbaran. (Aan jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *