KunKer. Menko PMK RI & Mentri PPPA RI Kab.Nias Barat

oleh -5 views

Jejakkasus.info l Nias

 

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Muhadjir Effendy serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, I Gusti Ayu Bintang Darmawati bersama rombongan dalam rangka kunjungan kerja di Kabupaten Nias Barat, bertempat di di Desa Tögide’u Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat,Sumatera Utara. Rabu (17/03/2021).

Di sambut Bupati Nias Barat Faduhus Daely S.Pd MM serta Wakil Bupati Nias Barat (Bupati Terpilih) Khenoki Waruwu, Sekda Nias Barat, Prof. Dr. Fakhili Gulö, Asisten, Staf Ahli dan segenap Pimpinan OPD/Kabag/Camat lingkup Pemkab.Nias Barat kemudian sejumlah Tokoh Masyarakat Kabupatèn Nias Barat.

Bupati Nias Barat Faduhusi Daely, S.Pd.,MA.,MM Menyampaikan bahwa, ini merupakan sejarah baru di Kepulauan Nias dan khususnya Kabupaten Nias Barat Bapak Menko PMK RI mengunjungi Nias Barat selain Menkumham RI Prof. Dr. Yasonna Laoly.

Selanjutnya Bupati Nias Barat menyampaikan Beberapa hal menjadi perhatian di Pulau Nias ini dan Nias Barat pada khususnya adalah bidang pendidikan yakni pembangunan sarana dan prasarana pendidikan masih sangat dibutuhkan pengembangannya, juga peningkatan kualitas SDM dan kesejahteraan para Guru. Di bidang Kesehatan merupakan perhatian utama menyusul Pandemi Covid-19 saat ini, masalah stunting dan kesehatan masyarakat lainnya. Kondisi Jalan Provinsi yang dari Gunungsitoli menuju Nias Barat sangat memprihatinkan sehingga ada dua usulan kami kepada Bapak Menko PMK RI yakni Pembangunan JEMBATAN OYO yang sudah berumur lebih 30 tahun & Perbaikan jalan Propinsi yang sangat mendesak, papar Bupati.

Saat Kedatangan Pak Presiden Jokowi di Pulau Nias beberapa waktu lalu dimana saat itu beliau telah menjanjikan Pembangunan Jalan Lingkar sejauh 65 KM, hal itu sudah dimulai pembangunannya baru 35 KM. Oleh karena itu kami memohon kelanjutan pembangunan hingga selesai, tutur Bupati.

Lebih lanjut saat ini siswa/i di Kabupaten Nias Barat sedang belajar melalui daring dan masalah kami adalah akses internet yang masih sangat memprihatinkan disamping sarana belajar lainnya. Kemudian hal penting lainnya adalah Pelabuhan Laut dimana hal ini sudah delapan tahun kami usulkan kepada Pemerintah Pusat melalui kementrian Perhubungan dan PUPR RI namun sampai sekarang belum juga terealisasi, Pelabuhan laut ini urgensinya adalah sarana peningkatan Sumber Daya Ekonomi masyarakat, ujar Bupati.

Menko PMK RI Bapak Prof. Dr. Muhadjir Effendy mengapresiasi sambutan hangat dari masyarakat Nias Barat yang mana sangat terbuka dan ramah-ramah.

Lanjut beliau memaparkan tujuan mengunjungi Kepulauan Nias yang diberikan oleh Presiden RI Pak Jokowi yakni bagaimana menyikapi Pandemi Covid-19 saat ini kaitannya dengan program Pemerintah baik Pusat, Provinsi dan Kabupatèn/Kota, dalam upaya penangganan pangan.

Dan, kedua adalah penanganan masalah stunting anak yang hal ini merupakan Agenda Nasional. Di Nias Barat sesuai data yang ada bahwa 40% gizi buruk (stunting) yang artinya merupakan hal yang sangat serius disikapi. Kita berharap oleh Bupati Terpilih dapat menekan jumlahnya hingga periode berakhir nanti dengan presentase 14% sesuai target Pak presiden Jokowi, tutur Prof. Dr. Muhadjir Effendy.

Selanjutnya Menko PMK RI berjanji bahwa apa yang telah disampaikan oleh Bupati Nias Barat dan para Tokoh Masyarakat telah di catat dan akan dilaporkan kepada Bapak Presiden RI dan kepada Menteri terkait. Menko menjelaskan bahwa kementrian dibawah koordinasinya sebanyak 7 Menteri yakni Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan, Menteri Sosial, Menteri Desa, Menteri Agama, Menteri Olahraga dan Menteri PPPA jadi beliau bertugas mengkoordinasikan, mensinkronkan dan mengendalikan program di kementrian tersebut, ujar mantan Menteri Pendidikan RI itu.

Diakhir arahan tugasnya Menko PMK RI memberikan bantuan kepada sejumlah penerima secara simbolis mulai dari Ketua Satgas Covid-19, Kadis Pendidikan yaitu Beasiswa reguler kepada seluruh siswa/i di Kabupaten Nias Barat, Kadis Kesehatan yakni masker dan obat2an, Pengusaha Kecil Menengah (Batu Bata) berupa Tabungan 100 Juta rupiah, Tabungan bagi penerima manfaat PKH sebesar 1 Juta rupiah, Masker Anak untuk Posyandu dan Sembako kepada Ibu Hamil. (TZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *