Lantaran Tidak menerima BLT, Seorang Warga Tusuk Ketua BPD Hingga Tewas

by -81,030 views

Jejakkasus.info | Sulawesi Selatan – Momen hari raya Idul fitri ternoda di Sinjai Borong. Mestinya saling memaafkan, justru terjadi pembunuhan. Pemicunya, ada seorang warga mengaku tidak menerima bantuan langsung tunai (BLT).

Selama wabah pandemi Covid-19, pemerintah berusaha meringankan beban warga. Ada beragam jenis bantuan yang diberikan kepada warga terdampak.

Salah satunya, BLT yang bersumber dari dana desa. Nilainya lumayan. Setiap keluarga yang dianggap berhak, mendapatkan Rp 600 ribu per bulan. Diberikan selama tiga bulan.

Anwar bin Kadir (45). Warga Desa Bonto Sinala, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan marah karena tidak mendapatkan jatah BLT, dan menusuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Hingga tewas

Pada hari Lebaran, Minggu (24/5/2020), Lena istri Anwar datang ke rumah kepala Dusun Tomantan, Amir. Mempertanyakan mengapa keluarganya tidak mendapatkan BLT.

Namun, Lena tak bertemu kepala dusun. Dia hanya berjumpa dengan Asdar, ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat.

“Saat itu korban dan istri pelaku bertengkar mulut di depan rumah korban,” ungkap Kapolres Sinjai, AKBP Iwan Irmawan, Minggu (24/5/2020).

Mendengar istrinya bertengkar, Anwar turun tangan. Dia membawa badik yang sudah terhunus. Sementara Asdar membawa parang yang masih bersarung.

Perkelahian tak terelakkan. Asdar sempat memukulkan parang bersarung ke lengan Anwar. Tentu saja tak mengakibatkan luka.

Anwar membalas dengan menusukkan badik dua kali ke tubuh korban. Mengenai dada dan lengan. Asdar tewas di lokasi. (Pria Sakti)

2 thoughts on “Lantaran Tidak menerima BLT, Seorang Warga Tusuk Ketua BPD Hingga Tewas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *