LBH GKS BASRA Dan Masyarakat Turun Jalan, Desak Usut Tuntas Kasus Pelaku Pengelapan dan Penipuan.

Situbondo | jejakkasus.info -, Ratusan warga yang tergabung dengan Lembaga Bantuan Hukum LBH (GKSBASRA) dan Lembaga Gerakan Perlawanan Situbondo Anti Korupsi Edukasi Resistensi Advokasi (GP SAKERA) Situbondo melakukan demonstrasi rasa di depan Polres Situbondo .

Mereka menuntut polisi objektif dan profesional terhadap penanganan kasus dugaan penggelapan dan penipuan , tambang Ilegal dan mobil bodong yang sudah dilaporkan LBH GKSBASRA , Senin (17/10/2022).
Menurut Supriyono, SH M.Hum., sebagai penasehat LBH GKS BASRA.

Dalam Hal loporan ini dilakukan karena kasus yang menimpa salah satu LSM berinisial SB dan 5 rekannya sudah masuk Surat Perintah Dimulainya Penyidikan ( SPDP ) yang dilimpahkan ke Polres Situbondo oleh tim penyidik Polda Jatim artinya tidak ada alasan lagi Polres Situbondo untuk menetapkan sebagai tersangka .

Dan oleh karena itu, kami meminta kepada Polres Situbondo segera melimpahkan berkas perkara Penyidikan tindak pidana pasal 372 Jo. 378 ( KUHP) ke Kejaksaan Negeri Situbondo ,” ungkap salah satu Orator Aksi, Supriyono. S.H.

Selanjutnya, Supriyono juga meminta kepada Polres Situbondo untuk segera menetapkan tersangka terhadap pelaku tindak pidana kasus pasal 372 Jo. 378 ( KUHP, dan juga usut tuntas pelaku kasus pasal 372 Jo. 378 ( KUHP) di internal Polres Situbondo .

Supriyono meminta agar segera Kapolres Situbondo tegas dan berani dalam menindak masalah hukum yang berkeadilan tanpa pandang bulu,” pintanya saat orasi di depan para personel Polres Situbondo .

Dalam orasinya mereka juga melakukan aksi sambil membentangkan spanduk dan membawa keranda mayat, ‘Keadilan Harus di Tegakan’ di depan kantor Mapolres Situbondo sebagai bentuk kekecewaan terhadap Polres Situbondo karena dianggap lamban dalam menangani kasus yang telah mereka laporkan, apalagi kasus 372 Jo. 378 (KUHP) karena hal ini sudah SPDP jelas Supriyono “imbuhnya”.

Sementara itu, Direktur LBH GKSBASRA, Taufik,SH., yang sekaligus sebagai perwakilan aksi mengatakan bahwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan itu bermula saat orang-orang datang kepada pelapor di Surabaya menyampaikan sebagai penggiat anti korupsi dari organisasi GP Sakera yang dia bentuk.

Dalam penyampaian mereka dilaporkan melaporkan sebanyak 6 orang, masing-masing pelapor diberi handpone senilai kurang lebih Rp. 60 juta, beserta uang biaya operasional kurang lebih sebesar Rp. 50 juta, kata Taufik, SH

Lanjut” Taufik menjelaskan, selain itu diberi uang operasional dan handpone oleh pelapor H. Khalilur Rahman Abdullah Sahlawiy pada akhir tahun bertempat di hotel Seraton, pelapor juga memberikan uang operasional lagi sebesar Rp. 102 juta, katanya.

Kata Taufik uang operasional dan alat komunikasi yang telah diberikan oleh pelapor tidak digunakan sebagaimana mestinya, justru oleh terlapor diterapkan untuk kepentingan organisasinya sendiri (dengan membuat LSM baru) dengan yang sama yakni GP SAKERA.

Sehingga atas perbuatan yang dilakukan, pelapor atau H. Khalilur sapaan akrabnya langsung melaporkan hal ini ke Polda Jawa Timur yang saat ini kasusnya sudah dilimpahkan ke Polres Situbondo .

Menurutnya, dalam kasus ini ada 6 orang yang dilaporkan, karena mereka telah diingatkan untuk menggelapkan dan menipu pelapor dengan meminta dana sebesar Rp.102 juta, tetapi tidak digunakan untuk organisasinya, justru digunakan untuk kepentingan sendiri atau pribadi, dengan membuat organisasi sendiri.

Sebenarnya Kasus yang ditangani oleh Polres Situbondo ini sudah berjalan satu setengah tahun lalu di Polda , kasus ini bukan kasus baru, tetapi sudah masuk tahap penyidikan sejak di Polda Jatim,” bebernya.

Taufik mengakui, memang kasus ini tertunda karena terlapor mengajukan gugatan di Pengadilan Negeri Situbondo Rp 100 miliar, akhirnya prosesnya menunggu gugatan itu selesai, namun sebenarnya gugatannya terlapor semua ditolak jika kasus ini terbukti tidak ada hubungan antara laporan pidana iakan dengan gugatan di Pengadilan Negeri Situbondo .

Oleh karena itu, Lembaga Bantuan Hukum ( LBH ) GKSBASRA dan GP SAKERA bersama dengan warga meminta kepada penyidik Polres Situbondo agar memberikan kepastian hukum untuk menetapkan dugaan dugaan dan penggelapan yang sudah mereka lakukan.

Sementara itu, Waka Polres Situbondo , Kompol Pujiarto saat dikonfirmasi menjelaskan masalah penggelapan dan penipuan yang menjadi kesulitan bagi warga kepada Polres Situbondo, Lebih detailnya awak media bisa menanyakan langsung ke penyidiknya ” Pungkasnya”. ( Hosni ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *