Lika-Liku Insan Pers “Wartawan Harus Bermental Baja dan Tahan Lapar”

oleh -310 views

Pagaralam l Jejakkasus.info –  Wartawan tanpa gaji maka timbul pertanyaan di dalam benak berapa gaji wartawan ???.

Dalam hal ini Hanya beberapa perusahaan media saja yang wartawanya mendapatkan gaji.

“Lebih banyak justru wartawan yang dituntut untuk setoran, agar perusahaan media itu bisa berjalan, artinya, wartawan tanpa gaji harus tahan haus lapar, tapi jangan diragukan tentang independen kami, dan profesional kami.

Di dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, kami sering sekali dianggap menjadi penghalang, dilecehkan, dan juga diusir, dianiaya, diintimidasi, bahkan ada yang sampai dibunuh.

Begitu beratnya tugas wartawan, begitu besar resiko yang kami hadapi, demi sebuah berita untuk disajikan kepada masyarakat Indonesia.

Hujan petir panas teriknya matahari, harus kami tembus demi sebuah berita.

Untuk selalu memberikan Informasi terbaik kepada publik.

“Ini sering terjadi, apabila kami menulis berita fakta, tentang orang-orang yang berkuasa, beruang, maka kami akan disingkirkan di perusahaan media tempat kami bernaung, karena mereka punya kuasa, punya uang.

“Inilah penderitaan kami wartawan tanpa gaji.”

Sering sekali di dalam pemberitaan satu kasus, kami dituntut untuk bisa membuktikan, padahal kami bukan peyidik, penuntut, ataupun penentu salah, atau tidak.

Kami hanya menulis berita sesuai dengan fakta dari hasil wawancara dengan narasumber.

Setiap pemberitaan kami, pasti ada objek dan subjek yang kami muat di berita.

Sedangkan kami wartawan dituntut harus selalu profesional terhadap profesi, sebagai gerbang Informasi publik yang bekerja sesuai dengan kode etik jurnalistik (akurasi, objektivitas, dan keseimbangan) news value (nilai berita), idealita, realita dan bahasa.

Kami wartawan selain berfungsi menyiarkan informasi, media juga berfungsi mendidik, mengajak, dan menyajikan, ruang ilmu pengetahuan bagi pembacanya.

Di zaman kemajuan informasi dan teknologi sekarang ini, idealita dan realita, tidak bisa diceraikan, karena kedua kata itu memiliki kesamaan dan kepentingan dengan wartawan.

Menyampaikan informasi yang sesuai dengan idealita dan realita haruslah berimbang (balance).

Berita yang ditulis oleh wartawan, dan dipublikasikan di media massa, baik yang positif maupun negatif, akan begitu cepat diketahui oleh masyarakat luas, sehingga akan mempengaruhi cara pikir masyarakat.

Manakala wartawan menulis informasi yang dipublikasikan itu jujur dan objektif tentu sangat positif hasilnya bagi masyarakat.

Sebaliknya manakala wartawan menulis informasi yang dipublikasikan itu bohong, fitnah dan mengundang permusuhan, akan menimbulkan dampak negatif, dan bahkan bisa menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

Kata kuncinya, perlu kejujuran bagi setiap wartawan dalam menyajikan menulis berita.

Sedangkan wartawan juga dituntut untuk mengembangkan profesi jurnalistiknya,  untuk mencerdaskan bangsa.

HARGAILAH PERJUANGAN KAMI WARTAWAN TANPA GAJI JANGAN DIHINA JANGAN DIUSIR, TERIMALAH KAMI”

“AL KAHFI DAWAM SALAH SATU WARTAWAN KORBAN KEKUASAAN, KORBAN YANG BERUANG”

Pagaralam-Sumatera Selatan, Senin, 10 Mei 2021, AL Kahfi Dawam (Korwil Sumatera Selatan media online: Jejakkasus.info)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.