LKS Amanah Bunda Pringsewu melakukan penyembelihan Hewan Kurban

oleh -131 Dilihat

Pringsewu, jejakkasus.info

Dalam rangka merayakan Hari Besar Islam Idul Adha 1433 H, Pengurus Lembaga Kesejahteraan Sosial ( LKS ) Amanah Bunda Kabupaten Pringsewu Lampung melakukan penyembelihan Hewan Kurban sebanyak 1 Ekor Sapi Jenis Limousin berwarna Cokelat Putih. ( Minggu, 10 Juli 2022 ).

Kurban sendiri merupakan sunnah Rosulullah yang di bawa oleh Nabi Ibrahim AS, dimana telah banyak kita ketahui terkait kisah perjalanan pengorbanan seorang hamba Allah yang iklas dalam melaksanakan perintah Allah SWT.

Seperti diceritakan kisah Nabi Ismail dalam Alquran, Maka ketika (anak laki-laki) mencapai (usia) sanggup bekerja dengannya, (Ibrahim) berkata: “Wahai anakku! Sesungguhnya saya bermimpi bahwa saya menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu?” Dia (Ismail) menjawab: “Wahai Ayahku! Lakukan apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu: Insya Allah, Engkau akan menemukanku, termasuk orang yang sabar. Maka ketika keduanya telah berserah diri (kepada Allah), dan dia (Ibrahim) membaringkannya anaknya atas pelisnya (untuk pengorbanan). Lalu kami panggil dia, “Wahai Ibrahim! Sungguh engkau telah memenuhi mimpi itu! ” Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat benar. Sesungguhnya ini benar-benar ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” Hal ini menegaskan bahwa dalam Alquran, Allah tidak pernah menyuruh Ibrahim membunuh (mengorbankan) putranya. Ibrahim AS diperintahkan berqurban dengan membunuh putranya.

Dengan kata lain, implikasi yang mendasari umat Islam dalam berqurban bukanlah pertaubatan darah atau mencari pertolongan dari Allah melalui kematian orang lain, melainkan ungkapan rasa syukur kepada Allah atas rezeki seseorang dan pengorbanan pribadi untuk berbagi harta benda dan makanan berharga mereka dengan sesama manusia.
Terkait perintah berqurban, agama tidak mengajarkan untuk saling bersaing “nama” atau memburu popularitas dalam melakukannya. Subtansi ibadah ini justru membutuhkan syiar kejujuran dan keihlasan. Para pelaku qurban bahkan manusia pada umumnya mestinya insaf bahwa analogi penyembelihan tersebut sesungguhnya mengajarkan perjuangan tentang penyelamatan dimensi kemanusiaan dari hal-hal yang bisa menjerumuskan. Hal ini harus dilakukan sebab segala jenis dan level kejahatan yang seringkali menjebak manusia, dominasinya ditaktis oleh nafsu-nafsu kebinatangan.

Keseimbangan analisis ini diperlukan agar perintah berqurban tak memperhadapkan kita pada kultur kemusliman yang “itu-itu saja”. Setiap tahunnya kita hanya disibukkan oleh pekerjaan dalam hal mendata, menyembelih dan mendistribusikan sebanyak-mungkin daging-daging qurban. Di sisi lain, kita lupa bahwa “Ruh Ritualitas” itu pun mestinya terimplementasi secara kongkrit didalam sendi-sendi kehidupan Duniawi. Kita luput menghayati bahwa makna penyembelihan itu menyiratkan pesan penting akan kesuksesan hidup dan reputasi penghambaan diri manusia bergantung pada kemampuannya dalam mengendalikan nafsu-nafsu kebinatangan. Bukankah urgensi nilai yang tak mesti terpisah dari ritualitas qurban ini diharapkan efektif membangun moral agamis menuju maslahatnya kebersamaan, sekaligus pemberdayaan fungsi-fungsi agama dalam saratnya tantangan kehidupan manusia.

Agus Purnomo Pengurus LKS Amanah Bunda sekaligus Ketua Panitia menjelaskan “Daging kurban seberat kurang lebih 1,2 Kwintal dibagikan kepada masyarakat khususnya di sekitar wilayah domisili LKS Amanah Bunda Pekon Sidoharjo Kecamatan Pringsewu tak lupa para Lansia dampingan, hal ini tentu akan membantu meningkatkan nilai gizi bagi masyarakat kita, bahkan juga akan menimbulkan rasa sunyi kebersamaam serta kepedulian sosial”.

Bambang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.