LSM SOMASI LAPORKAN TAMBANG GALIAN C DI DESA BANGSRING KEC WONGSOREJO BANYUWANGI

by -533 views

Banyuwangi | Jejakkasus.info -,
Tambang galian C di Desa Bangsring dilaporkan LSM SOMASI ke Dirjen Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Pelaporann tersebut sudah diluncurkan lewat jasa pengiriman kantor Pos pada tanggal 11 Januari 2019, yang isinya yaitu terkait dugaan pelanggaran tentang ijin pertambangan dan pengrusakan lingkungan.

Pengusaha tambang galian C meskipun sudah mengantongi ijin tambang galian C dari propinsi tetap saja harus mematuhi apa yang telah tertuang didalam surat ijin tersebut.

Menurut Mase isabella tiem investigasi LSM SOMASI angkat bicara “Pengusaha tambang galian C meskipun sudah mengantongi ijin galian C dari Propinsi tentunya tidak boleh seenaknya sendiri sehingga tidak memperhatikan dampak pengrusakan lingkungan maupun pengrusakan jalan yang dilalui kendaraan pengangkut material dari tambang tersebut”jelasnya. “Menyikapi hal ini LSM SOMASI langsung melaporkan tambang di Desa Bangsring wongsorejo, meskipun sudah mengantongi ijin galian C akan tetapi terbukti tidak memperhatikan kedalamannya yang sudah melebihi ambang batas kedalaman, sehingga menyebabkan pengrusakan lingkungan hidup. Kedalaman galian tersebut kurang lebih sudah mencapai 25 meter, dengan kenyataan ini pihak pemerintah terkait harus mengkaji ulang dan melakukan tinjau lapang supaya setelah mengeluarkan ijin betul betul di cek lagi dan dipertegas terhadap pelanggaran pelanggaran yang dilakukan oleh pengusaha tambang, kalau dilihat ada keanehan di lokasi galian C, meskipun sudah melampaui batas ambang kedalam namun masih di keluarkan ijin galian C nya. Padahal persyaratan pada saat proses pengurusan ijin harus melalui tahapan terutama Tinjau lapang dan Pemaparan, hal ini yang membuat bingung dan terkesan ada oknum yang sengaja meloloskan ijin meskipun sudah terbukti kedalamannya melampaui batas.
Dalam hal ini tentunya Dinas Lingkungan Hidup tidak boleh tinggal diam atau pura pura tidak tahu terkait pengrusakan lingkungan hidup, DLLAJR dan aparat penegak hukum juga harus menindak tegas terhadap pengusaha tambang galian C yang tidak mematuhi aturan salah satunya yaitu kendaraan yang mengangkut matrial dari tambang melebihi kapasitas muatan,kendaraan kir nya banyak yang mati,STNK banyak yang mati, bak Dump Truck tidak ditutup dengan terpal sehingga banyak polusi udara. Selama ini sepertinya ada pembiaran dari aparat terkait terbukti banyaknya kendaraan yang melebihi kapasitas muatan aman aman saja.
Kami akan terus bersurat sampai Pemerintah melakukan tindakan tegas terhadap pelaku usaha tambang galian C bahkan ijinnya perlu di cabut,” paparnya.

Memang banyak terlihat akibat dari kegiatan tambang galian C yaitu, kerusakan lingkungan, polusi, dan banyak jalan yang rusak terutama akses jalan maauk yang di lalui kendaraan yag mengangkut matrial dari tambang” pungkas Made. ( Tim JK Bwi ).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *