Mahasiswa Hanya Terobsesi pada Gelar Semata

by -247 views

Dirilis : Diyana Permata Sari
Jurusan : Manajemen
Fakultas : Ekonomi dan bisnis
Universitas : Universitas Muhammadiyah malang.

WWW.JEJAKKASUS.INFO | Sangat disayangkan bila sebagian besar mahasiswa jaman sekarang memiliki tujuan hanya mengejar gelar saja. Mereka tidak tahu bahkan tidak punya tujuan mau kemana setelah lulus kuliah nanti. Itu semua terjadi karena mahasiswa era milenial ini terbuai dengan medsos dan game online di gawai mereka. Nongkrong atau ngopi bareng pun saat ini menjadi fenomena yang luar biasa di kalangan mahasiswa, apalagi dengan maraknya cafe-cafe yang menawarkan spot foto yang instagramable. Hal-hal tersebut membuat mahasiswa tidak mempunyai semangat untuk belajar karena sudah terlanjur terbuai dengan kesenangan hingga mereka lupa akan tujuan awalnya berkuliah.
Jika mahasiswa belum mempunyai tujuan hidup mereka hidup hanya mengalir saja dan terkadang mereka mengikuti teman-teman yang mungkin bisa dikatakan nakal karena mahasiswa tersebut tidak mempunyai pendirian. Contoh nyata dari teman-teman saat mereka kuliah itu malas-malasan, datang terlambat, meremehkan dosen, main gawai saat dosen menerangkan, dan masih banyak lagi. Dan juga kebanyakan dari mahasiswa itu malas untuk mengerjakan tugas. Mereka lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain atau nongkrong sampai larut malam sehingga besok paginya jika ada kelas pagi mereka telat. Alasannya karena mereka tidak mendengar alarm atau alasan yang lainnya. Padahal mereka main sampai larut malam dan menyepelekan kelas paginya itu.
Mahasiswa sekarang juga lebih suka bersenang-senang saja mereka membuang waktunya secara sia-sia. Mereka tidak sadar karena telah menyia-nyiakan waktu,tenaga, bahkan uangnya jika kuliahnya hanya main-main saja. Terkadang kasihan juga melihat kebanyakan mahasiswa sekarang tidak mempunyai pandangan yang jauh terkait masa depannya. Mereka belum merasakan susahnya mencari uang bagaimana rasanya sehinga mereka meremehkan biaya kuliah yang mahal. Jadinya mereka kuliah hanya sekedar datang kuliah, duduk, mendengarkan dosen menjelaskan sekilas dan bermain gawai saja lalu pulang. Sisanya jika tugas kadang mereka mengandalkan teman untuk dicontoh atau mereka bermalas-malasan meremehkan tugas. Sikap seperti ini dapat merusak generasi karena mereka adalah penerus bangsa jika mereka bermalas malasan tidak mempunyai mimpi-mimpi kedepannya siapa yang akan membangun bangsa ini. Seharusnya mahasiswa mempunyai motivasi diri agar semangat menuntut ilmnya. Dan banyak mahasiswa juga kebanyakan mengeluh sehingga tugas terasa berat dan menyerah di tenggah jalan saat kuliah. Seharusnya sebagai mahasiswa sudah bisa menempatkan diri kita mahasiswa bukan siswa lagi yang harus dibimbing segala macam. Sebagai mahasiswa dan bukan siswa lagi seharusnya kita lebih memiliki tanggung jawab yang lebih besar karena sudah harus serius memikirkan masa depan kita.
Belum lagi mahasiswa yang dari luar kota mereka kebanyakan bermalas-malasan kuliah. Padahal mereka sudah jauh-jauh datang ke kota orang dengan biaya yang tidak sedikit tetapi mereka bermalas-malasan untuk menuntut ilmu. Miris sekali jika dilihat, mereka hanya main-main saja, menghamburkan uang tetapi tidak serius dengan kuliahnya. Dan melihat kebanyakan mahasiswa yang berada di kos atau kontrakan mereka jika ada teman yang menginap atau sekedar singgah untuk main mereka menjadi tambah malas untuk melakukan aktivitas bahkan malas untuk berangkat kuliah jika ada jam perkuliahan. Dan belum lagi jika diajak nongkrong teman-temannya seaakan mereka lupa dengan tugas-tugasnya. Belum lagi hasutan teman-temannya untuk titip absen saja dari pada masuk pelajaran dosen yang membosannkan. Titip absen jadi sebuah kebiasaan di kalangan mahasiswa. Tetapi mereka melihat peluang terlebih dahulu apakah dosen ini jarang mengabsen atau sering mengabsen. Jika jarang mengabsen mereka lebih memilih untuk titip absen saja. Karena mereka memiliki rasa malas yang cukup besar dan sulit utuk melawan rasa malas itu.
Terkadang mahasiswa juga malas untuk mengerjakan tugas kelompok dan pura-pura lupa akan tanggung jawabnya itu. Walaupun mereka sudah diingatkan terkadang mereka meremehkan dan tetap tidak mau diajak mengerjakan tugas kelompok. Karena kesadaran diri terhadap tanggung jawab tugasnya masih belum ada. Dan keinginannya untuk main-main masih besar dibandingkan rasa ingin belajarnya yang sangat minim. Bahkan jika dipresentase mungkin 90% banding 30%. Sebagian besar waktunya juga dihabiskan untuk tidur di kos atau kontrakan mereka dan jika malam hari mereka nongkrong sampai larut malam. Belajar pun mereka jarang membuka buku hanya pada saat akan melaksanakan UTS atau UAS saja. Itupun membukanya sekedar hanya dibuka tidak terlalu dipahami oleh mereka. Sisanya jika ada ujian mereka lebih memilih mencontek temannya saja dibandingkan berusaha untuk bisa.
Solusi dari permasalahan di atas adalah sebaiknya mahasiswa generasi milenial sekarang memperbanyak memotivasi diri saja agar mereka dapat mencapai apa yang mereka inginkan. Dan mulai menata apa tujuan hidup mereka kedepannya. Supaya mereka tidak membuang waktu, tenaga, pikiran bahkan uang mereka secara sia-sia. Gunakanlah waktu sebaik mungkin karena waktu tidak dapat diulang kembali. Jadi mulailah menata hidup untuk masa depan. Jika kalian merasa malas untuk belajar ingatlah orangtua kalian yang sedang bersusah payah mencari uang untuk biaya kuliah kalian. Cara apapun mau dilakukan oleh kedua orangtua kita asalkan kita sekolah di perguruan tinggi. Jadi semangatlah untuk menuntut ilmu untuk kesuksesan di masa depan dan jangan menganggap kuliah untuk mencari gelar untuk di belakang nama saja tetapi seriuslah belajar di perguruan tinggi demi masa depan yang lebih baik. Karena masa depan yang baik juga untuk diri kalian sendiri bukan untuk orang lain. Orang lain mungkin hanya sekedar bangga saja lewat kata-kata terhadap diri kita tetapi yang lebih senang dan bangga seutuhnya adalah diri kita sendiri. Mulailah menata masa depan kalian ingin bagaimana sebelum kalian menyesal di kemudian hari. (***).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *