LUMAJANG – jejakkasus.info. Pemerintah Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Yang saat ini dipimpin oleh Kepala Desa Deni Purwadi, sukses menggelar rangkaian pagelaran kesenian dan budaya yang spektakuler, malam puncak Wayang Kulit menjadi penutup selamatan Desa dan HUT RI ke-80, Jum,at 17/10/2025.
Acara yang menjadi bagian dari agenda adat desa ini berhasil memadukan tradisi klasik dengan hiburan modern, menarik antusiasme tinggi dari warga Desa Tumpeng dan sekitarnya.
Beberapa kesenian budaya yang ditampilkan antara lain:
1. Ojung: Kesenian tradisional yang menjadi daya tarik utama dan sering digelar sebagai ritual tolak bala atau selamatan desa. Aksi adu ketangkasan dengan rotan ini berlangsung meriah dan penuh sportivitas, menjadi simbol pelestarian warisan budaya lokal Lumajang.
2. Wayang Kulit: Pagelaran Wayang Kulit turut menjadi puncak acara, menyajikan lakon-lakon sarat makna filosofis yang diiringi gamelan, menjadi tontonan favorit yang mengedukasi sekaligus menghibur.
3. Tarian Tradisional: Berbagai Tarian Tradisional khas daerah juga disuguhkan, menampilkan keindahan gerak dan busana, serta semangat kebudayaan Lumajang.
4. “Horeg Community” (Sound Horeg): Untuk menyentuh kalangan muda dan memberikan nuansa kontemporer, acara ini juga dimeriahkan oleh iring-iringan atau pawai dengan puluhan sound system horeg. Kehadiran komunitas ini memberikan warna berbeda, menunjukkan perpaduan antara tradisi dan tren hiburan masa kini.
Kepala Desa Tumpeng, Deni Purwadi pada media menyampaikan, bahwa pagelaran ini merupakan wujud syukur sekaligus upaya melestarikan kekayaan budaya desa.
“Kegiatan ini bukan hanya hiburan semata, tapi juga menjadi wadah silaturahmi, memperkuat persatuan warga, dan melestarikan tradisi yang telah diwariskan oleh leluhur kita,” ujar Kades Deni.
Ia juga berharap, melalui kegiatan budaya ini, desa dan masyarakat Tumpeng dijauhkan dari musibah dan mendapatkan keberkahan, terutama bagi para petani.
Antusiasme warga terlihat dari ramainya lokasi acara selama rangkaian kegiatan berlangsung, membuktikan bahwa perpaduan harmonis antara kesenian tradisional seperti Ojung dan Wayang Kulit dengan hiburan modern seperti Horeg Community mampu merangkul semua lapisan masyarakat.
penulis: RH
