Jejakkasus.info | Jombang – Prestasi yang membanggakan kembali diraih oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN)4 Jombang dalam ajang Olimpiade PAI ditingkat Jawa Timur yang digelar dikota Malang, Siswa Man 4 Jombang berhasil menyabet juara dan mengharumkan nama sekolah serta kabupaten Jombang
Tiga gelar juara pada ajang Musabaqah Tarbiyah Islamiyah (SAQOYYAH) VI Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Sabtu (4/10).
Pada kategori Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI), tim yang terdiri atas Deitsna Fatkha Rahmadina (XII PK 2) dan Zafira Nasha Ramadhani Al Gholy (XII PK 2) berhasil meraih Juara 1, disusul oleh Zafif Raisha Jaya Wardana (XI PK 1) dan Achmad Nizarul ‘Alim (XI PK 1) yang memperoleh Juara 2.
Sementara itu, pada Olimpiade Nahwu Shorof, Sukmawinata Syirnaini Ma’rifah (XII PK 1) sukses meraih Juara Harapan 2.
Aulia Rohmah, salah satu pembina Olimpiade PAI, mengungkapkan bahwa keberhasilan tim MAN 4 Jombang tidak lepas dari strategi pembinaan yang matang dan terencana.
“Kami bersama tim melakukan langkah strategis, mulai dari menelaah petunjuk teknis dan kisi-kisi soal, menentukan peserta, hingga menyusun timeline pembinaan intensif sejak Agustus hingga Oktober 2025,” jelasnya.
Pembinaan Olimpiade PAI di MAN 4 Jombang melibatkan tujuh guru PAI yang tergabung dalam tim pembimbing resmi. Mapel Akidah Akhlak dibimbing oleh Aminatur Rosyidah dan Aulia Rohmah; Mapel Fiqih oleh Al Hakam Faishol, Jamiran, dan Izza Azizah; sedangkan Mapel SKI oleh Ali Syahbana, dengan dukungan pengampu Mapel Al-Qur’an Hadis, Qurrotul Aini.
Sinergi para pembina ini menjadi kunci utama kesuksesan peserta didik MAN 4 Jombang hingga menembus level nasional.
Para pembina juga mengulas berbagai soal HOTS tingkat nasional, termasuk UAMBN, Asesmen Madrasah, dan soal-soal olimpiade tahun sebelumnya. Evaluasi dilakukan untuk memperbaiki kelemahan dari penyelenggaraan tahun lalu, di mana MAN 4 Jombang baru sampai pada babak semifinal.
“Tahun lalu kami juga berprestasi, tetapi tahun ini dua tim berhasil lolos ke final dan akhirnya meraih Juara 1 dan 2. Ini buah dari kerja keras bersama,” ungkap Aulia.
Lebih lanjut, Aulia menjelaskan bahwa ajang SAQOYYAH VI merupakan kompetisi nasional bergengsi yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Persaingan ketat menuntut kesiapan akademik dan mental.
“Pada babak final, peserta harus menyampaikan argumen yang kuat dan kritis, bahkan menggunakan dalil naqli serta pendapat ulama salaf untuk memperkuat argumen,” tambahnya.
Dalam proses seleksi, sebanyak 16 siswa yang terbagi dalam 8 tim Olimpiade PAI mengikuti babak penyisihan secara virtual pada 20 September 2025 di Gedung KH. Bisri Syansuri, MAN 4 Jombang. Dari jumlah tersebut, 5 tim berhasil lolos semifinal, dan 2 tim melaju ke final hingga akhirnya meraih posisi juara nasional.
Sementara itu, Siti Lukluhul Roziqoh, salah satu pembina Olimpiade Nahwu Shorof, menyampaikan bahwa kemenangan ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tantangan baru.
“Bagi kami, kemenangan ini menjadi pemantik semangat untuk tidak berhenti belajar dan berprestasi, serta menjadi teladan bagi teman-teman mereka. Alhamdulillah, kemenangan ini tidak akan kami raih tanpa kerja keras siswa dan dukungan madrasah,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada para siswa agar terus mengasah kemampuan dan menjaga disiplin belajar.
“Kalian punya potensi luar biasa. Ikuti jejak kakak-kakak kalian dengan tekad kuat dan semangat belajar tinggi. Tidak ada prestasi tanpa pengorbanan,” pesannya.
Capaian di ajang SAQOYYAH VI ini menambah deretan panjang prestasi MAN 4 Jombang. Madrasah ini terus menunjukkan eksistensinya di tingkat nasional melalui berbagai kompetisi yang diadakan oleh perguruan tinggi Islam di Indonesia.
,,(An)
