Marga Jaya Kampung Kaya Yang Belum Berjaya

Lampung Tengah,Jejakkasus.info-Pernahkah mendengar tentang Curug Tujuh yang ada di Kampung Marga Jaya, Kecamatan Selagai Lingga,Kabupaten Lampung Tengah.Jum’at (14/01/2022)

Jika anda punya rencana untuk pergi berlibur ke air terjun,di Kampung Marga Jaya Kecamatan Selagai Lingga terdapat air terjun yang di kenal dengan nama Curug Tujuh. Curug Tujuh ini adalah salah satu destinasi wisata yang cukup menarik.Sebab, air terjun Curug Tujuh dikelilingi oleh keindahan alam yang masih alami. Ini karena karakteristik curugnya yang lebar ke samping dan memiliki tingkat atau undakan sebanyak 7 tingkat,yang setiap tingkatnya memiliki ketinggian yang cukup menarik untuk dilihat saat airnya terjun ke bawah. Suasana alam yang masih alami,menjadikan suasana disekitar air terjun Curug Tujuh sangat indah untuk dinikmati.

Untuk menuju kelokasi Curug Tujuh,saat ini memang masih agak sulit akses jalan nya,mengingat jalan menuju Curug Tujuh masih belum banyak tersentuh. Sehingga untuk menuju lokasi menggunakan roda dua masih baru sampai lokasi persinggahan. Sementara untuk sampai ke lokasi Curug Tujuh nya harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak dengan kondisi terus menanjak.

Darkum,warga sekitar lokasi Curug Tujuh yang biasa mengantar para pengunjung berharap kepada pemerintah Daerah untuk bisa membangun akses jalan dan fasilitas singgah agar pengunjung lebih nyaman,dan jumlah yang datang semakin ramai.

“Saya selaku warga sekitar tempat wisata curug tujuh,yang sampai saat ini belum terkelola dengan maksimal,sangat berharap sentuhan Pemerintah Daerah,khusus nya Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah,agar bisa membangun akses jalan,dan fasiltas persinggahan juga fasilitas tambahan lain nya. Karena jika Curug Tujuh ini dikelola dengan baik,maka pengunjung juga akan ramai yang datang kesini. Dan jika pengunjung banyak yang berwisata kesini,untuk menikmati indahnya air terjun Curug Tujuh,secara otomatis akan berdampak baik bagi warga sekitar,dan akan berpengaruh pada peningkatan ekonomi masyarakat Kampung Marga Jaya,baik yang berada disekitar obyek wisata Curug Tujuh maupun warga sekitarnya.” Ungkap Darkum dengan penuh optimis.

Sementara itu Sarka, Kepala Kampung Marga Jaya Kecamatan Selagai Lingga mengatakan,” Jika Curug Tujuh ini benar-benar dikelola,mulai dari dibangun nya akses jalan,fasilitas umum,saya sangat yakin akan membawa dampak yang sangat positif untuk kampung Marga Jaya. Karena dengan kondisi seperti sekarang saja,jika hari-hari libur,seperti tahun baru atau hari raya,pengunjung air terjun Curug Tujuh ini sangat banyak. Dengan banyak nya pengunjung warga bisa kita berdayakan untuk menjadi tukang ojeg untuk antar jemput menuju dan kembali dari lokasi air terjun. Nah,selain Curug Tujuh,sebelum sampai lokasi Curug juga ada lokasi kolam renang dan kolam pemancingan ikan yang sangat luas. Namun membutuhkan biaya banyak untuk memperbaikinya. Maka kami selaku pemerintah kampung sangat berharap agar pemerintah daerah bisa mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jalan,kolam renang,kolam pemancingan ikan dan fasilitas lainya,seperti parkir,toilet,gazebo untuk tempat istirahat pengunjung dan lainya. Memang gambaran anggaran yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan menyediakan fasilitas di objek wisata Curug Tujuh cukup besar,karena saya sudah pernah buat gambaran atau perkiraan hitung-hitungan anggaran,membutuhkan anggaran kurang lebih sampai 1,5 Milyard. Namun anggaran sebesar itu bagi pemerintah daerah harusnya bisa,karena saya sangat yakin itu akan membawa dampak besar bagi peningkatan ekonomi warga kampung Marga Jaya.”ungkap Sarka.

Lebih lanjut Sarka menjelaskan,” Kampung Marga Jaya ini,jika akses jalan dari mulai jembatan yang ada dikampung Negri Jaya,jalan nya sudah dibangun,saya yakin kampung marga jaya ini akan maju,karena kampung Marga Jaya ini sebenarnya kampung paling kaya yang ada di kecamatan Selagai Lingga,terutama kaya hasil bumi. Setiap tahun nya, Kopi yang dikeluarkan dari sini lebih dari 2000 ton,buah Pisang berbagai jenis buah pisang lebih dari 8640 ton pertahun dihasilkan dari sini. Getah karet 480 ton per tahun, Kelapa Sawit 1680 ton per bulan,buah pinang 480 ton per tahun,Lada lebih dari 50 ton pertahun, Kakao 200 ton per tahun,Gula Aren 3000 ton per tahun, Duren kalo pas bagus musimnya lebih dari 200.000 butir per musim bisa di keluarkan dari sini. Belum lagi jengkol,pete,kelapa,jahe dan hasil bumi lainya. Hitung-hitungan ini berdasar keluar masuk kendaraan yang mengeluarkan hasil dari kampung ini,baik lokasi yang ada di tanah marga maupun yang berada di register 39.”ungkap Sarka.

Bisa dibayangkan jika itu dikelola oleh kampung melalui Badan Usaha Milik Kampung atau BUMK,sangat besar pendapatan asli kampung yang akan diperoleh,belum dari tempat wisata Curug Tujuh. Maka kami sangat berharap agar jembatan dan jalan bisa segera dibangun,karena jalan terobosan yang ada sekarang,selain jàlan nya rusak parah,juga tanjakan nya cukup tinggi,sehingga sangat beresiko bagi pengguna jalan.” Tutup Sarka.(Darwis/Bambang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *