Masyarakat Minta APH Audit Dugaan Indikasi Korupsi Dan Memonopoli Dana Desa Untuk Kepentingan Pribadi Di Desa Kalisari Natar 

Natar – Jejakkasus.info

Kepala Desa Kalisari Kecamatan Natar Lampung Selatan Sutikno diduga tidak transparan dalam mengelola Angaran Dana Desa (DD) kepada warga , diduga kuat adanya indikasi dugaan korupsi dan menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi dalam merealisasikan program pembangunan mengunakan Anggaran Dana Desa (ADD) Kalisari.

“Dari data yang didapat media terdapat beberapa aitem yang hingga saat ini masih menjadi misteri masyarakat Kalisari kemana menghilangnya Anggaran salah satunya terkait Anggaran Tahun 2018 tahap 3 badan usaha milik desa (BUMDES) senilai Rp 80.672.408 banyak masyarakat yang tidak mengetahui kemana angaran tersebut .

Menurut masyarakat Banjar Sari terkait Pengunaan angaran dana desa di tahun 2019 dengan nilai anggaran Rp.1.071.575.148 terkesan nilai anggaran untuk pembangunan jalan rabat beton di dusun Banjar Sari II sepanjang 260 M dan Lebar 3 M dan ditahap 1 dengan nilai Rp 130.945.000 untuk di tahap 2 senilai Rp 322.186.361 yang terkesan adanya dugaan SPJ tersebut dimanipulasi .tutur warga

Ironisnya lagi saat pembagian bantuan bibit kelapa yang diduga di perjual belikan kepada masyarakat sebesar Rp 5000 untuk satu batang bibit dengan nilai anggaran Rp 50.000.000 yang dianggarkan di tahun 2019 tahap 2 .

Sementara dari beberapa aitem pembangunan banyak yang dikeluhkan masyarakat yang diduga masyarakat tidak merasakan manfaat dari hasil pembangunan yang di bangun mengunakan Anggaran Sana Desa yang terkesan untuk kepentingan pribadi keabat – krabat kepala Desa Sutikno .

Pasalnya pembangunan sumur bor dengan nilai Rp 1.110.699.000 pada tahun 2020 sumor bor tahap 1 di dusun Banjar Sari III senilai 44.250 .000 dibangun diatas tanah yang diduga milik pribadi kepala dusun bukan diatas lahan tanah milik desa sehingga masyarakat tidak dapat merasakan manfaat dari pembangunan yang dibangun mengunakan Anggaran dana desa yang semestinya untuk mensejahterakan masyarakatnya.tuturnya kepada wartawan (5/12/2023)

Belum adanya konfirmasi kepala desa Kalisari hingga saat ini adanya dugaan tersebut (Riski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *