Masyarakat Perlu Bukti Bukan Janji,  Program Bupati HM Wardan untuk Menstabilkan Harga Kelapa 

Indragiri Hilir l Jejakkasus.info – Inilah satu satu janji manis belaka buat masyarakat kabupaten Indragiri hilir,mengengenai program HM Wardan untuk membantu menstabilkan harga kelapa di “Bumi Hamparan Kelapa Dunia” Inhil melalui program Resi Gudang, sejak 2016 lalu, hanya lif service.

Yang nyatanya hingga sekarang harga kelapa terus fluktuasi, bahkan cenderung turun drastis belakangan ini.

Begitu juga dengan keberadaan PT KIG yang sudah ada sejak 2018 yang lalu juga tidak memberikan kontribusi yang berarti. Bahkan di tahun 2022 ini bak hilang ditelan bumi, dan tidak jelas lagi aktivitas kegiatannya. Padahal ada sekitar 600 juta dana penyertaan modal Pemkab Inhil yang dialokasikan kesana.

“Padahal Pemkab Inhil setidaknya sudah menanamkan investasi di PT sebesar Rp 600 juta, yang dananya hanya untuk dihabiskan untuk belajar kopra dan membangun infrastruktur semestinya.

Namun menurut Ketua LSM Perjuangan Anak Negeri (PERAN),oleh Firmansyah, menilai PT KIG dan Resi Gudang tidak lebih hanya program lif servise alias omong kosong Bupati Inhil HM Wardan agar terlihat peduli dengan masyarakat. Nyatanya, program tersebut hanya menghamburkan anggaran, tampa ada kontribusi yang jelas bagi masyarakat Inhil

“Kita bisa saksikan Program Resi Gudang sudah mulai bergulir dari 2016 lalu beserta Perda Pendukungnya. Lalu dibentuk lagi PT KIG pada 2019, hasilnya apa. Apakah mampu menstabilkan harga,” ungkap Firmansyah balik bertanya.

Untuk diketahui, mayoritas masyarakat Inhil sangat tergantung dengan sektor perkebunan dan pertanian, dimana perkebunan kelapa adalah penyumbang terbesar. Disaat harga komoditas kelapa anjlok, maka perekonomian lesu.

Untuk itu menurutnya, Bupati harus tanggungjawab atas habisnya anggaran di PTI KIG. sebab saat pendirian, semua itu atas kebijakan Bupati. Mulai dari studi kelayakan, penganggaran dan seleksi pegawai disana tidak lepas dari peran Pemda Inhil.

“Apa yang berlaku harus jadi tanggungjawab Bupati. Bupati jangan asal omong tampa hasil yang jelas. Jangan hanya lif service untuk menyenangkan hati masyarakat untuk sesaat,” tukasnya (Marbun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *