Menanggapi Gonjang ganjing PT.BSI, M. Yunus Kembali Meradang.

by -1,432 views

Banyuwangi | www.jejakkasus.info – Aktivis yang di kenal sebagai pembawa amanah suara rakyat M.Yunus kembali menggoyang PT.BSI. Dikonfirmasi terkait tujuan kunjunganya ke Bondowoso M. Yunus mengatakan “Saya ke Bondowoso dalam rangka membawa amanat rakyat Banyuwangi yang tersakiti oleh kehadiran PT.BSI, membawa suara jeritan hati dari ratusan orang yang dulu pernah di penjarakan oleh PT.BSI, di Bondowoso saya ingin melihat dan membuktikan lokasi yang katanya di buat tukar guling dengan lahan yang sekarang ini di tambang PT.BSI” jelasnya.
Di jelaskan juga setelah bertemu dengan teman sesama aktivis di Bondowoso, M. Yunus menemukan banyak kejanggalan yang terkait tukar guling lahan, juga terkait perijinan yang di punyai PT.BSI. Seperti yang di ketahui, peralihan fungsi dari hutan lindung ke hutan produksi waktu itu Zulkifki hasan menjabat Menteri Kehutanan, pada kenyataanya ketika beberapa waktu lalu beberapa Media bertemu dengan beliau dalam kunjungannya ke Banyuwangi dan menanyakan hal itu, Zulkifli hasan dengan tegas membantah bahwa beliau tidak pernah menandatangani dan tidak menyetujui peralihan lahan hutan lindung apalagi ijin tambang emas “Kalau beliau merasa tidak pernah menandatangani peralihan fungsi hutan lindung menjadi hutan produksi, lalu siapa yang yang harus bertanggung jawab?siapa yang main main?” Paparnya.
“Ada yang harus diluruskan lagi dan ini saya anggap penting agar tidak menyesatkan masyarakat. Informasi yang berkembang bahwa Sandiaga Uno yang saat ini menjadi Cawapres adalah salah satu pemilik saham dari PT.BSI, namun kenyataannya ketika waktu lalu saya bertemu dan menanyakanya langsung beliau menjelaskan bahwa sejak tahun 2015 dirinya dan perusahaanya tidak lagi ada hubungan dengan PT.BSI” ungkap M. Yunus.
“Hal lain yang menurut saya perlu di kaji lagi adalah kehadiran PT.BSI yang saya rasa tidak ada manfaatnya bagi masyarakat, contohnya saja yang katanya Banyuwangi tahun ini punya dana dari saham di PT.BSI senilai 724 milliar, ini benar atau cuma pencitraan, kalau benar mari diManfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat, kita bangun infrastruktur Banyuwagi, kita buat untuk membantu rakyat Banyuwangi yang masih ada di bawah garis kemiskinan, atau jangan—jangan dana itu cuma di simpan saja dan di ambil bunnganya oleh Bupati dan kroni kroninya. Kalau Bupati Anas saya yakin sudah dapat ratusan milliar dari PT.BSI karena dia yang juga sudah menandatangi peralihan fungsi hutan lindung menjadi hutan produksi”paparnya.
“Di temukan fakta bahwa lahan yang di peruntukkan tukar guling pun ternyata bermasalah, lahan itu sebagian besar memang lahan milik negara yang sudah di garap oleh warga bertahun tahun, dengan di jadikanya lahan itu sebagai lahan tukar guling maka ratusan warga kehilangan lahannya, kehilangan pekerjaanya, selain itu warga yang kebetulan tanahnya masuk dalam area lahan tukar guling mereka di berikan ganti rugi yang sangat jauh dari kata adil. Mengapa demikian? dari info yang saya dapatkan dari teman saya Jack, beliau menjelaskan bahwa untuk nilai lahan tukar guling dari PT.BSI di berikan harga Rp 50.000.000 per hektar, sedangkan kenyataanya yang di terima pemilik lahan hanya Rp 15.000.000, ada nilai Rp 35.000.000 per hektar yang hilang, kemana larinya uang ini? info terkini hal ini sudah di laporkan ke KPK, dan sudah di tanggapi, mudah mudahan kasusnya segera di naikkan ke dalam tahap penyidikan, dan semoga oknum oknum petugas KPK yang menangani tidak masuk angin seperti oknum oknum petugas KPK yang kemarin ke Banyuwangi dan ternyata masuk angin. Saya bicara begini saya berani, karena saya punya bukti” pungkas M. Yunus.(Jk Bwi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *