Mentri PDTT dan Wagub Jatim Beserta Sekmenkeu Hadiri Panen Perdana Pisang

Berita – Jejakkasus.info -, Bondowoso – Sebagai wujud keberhasilan penanaman pisang Cavendish di Kabupaten Bondowoso. Pemerintah setempat melakukan Panen perdana bersama Menteri PDTT Abdul Halim Iskandar, Wagub Jatim Emil Elestiato Dardak dan Sekmenkeu di BPP Maskuning Kulon, Kecamatan Pujer, Sabtu (26/11/2022).

Bupati Bondowoso KH. Salwa Arifin menyampaikan, pisang Cavendish merupakan komoditas buah tropis yang sangat pupoler beberapa tahun terakhir, pisang itu dikenal di kalangan masyarakat dengan sebutan pisang ambon putih yang banyak diminati baik dari kalangan masyarakat bawah hingga atas. “Panen perdana ini untuk membuktikan kepada masyarakat mengenai keberhasilan penanaman pisang Cavendish, “jelasnya.

Dikabupaten Bondowoso sendiri luas perkebunan pisang pada tahun 2019 adalah 198 HA dengan jumlah produksi sebesar 48,8 ribu ton dan di tahun 2020 luasnya bertambah 202 HA dengan jumlah produksi sebesar 48,8 ribu ton. Dari jumlah tersebut minat tentang pisang Cavendish bertambah dari tahun ke tahun.

Dikatannya, sejak tahun 2022 Pemkab Bondowoso menjalin kerjasama dengan PT. Nusantara Segar Abadi (NSA), dimana PT tersebut merupakan eksportir pisang Cavendish terbesar di Indonesia, maka dari hal tersebut Pemkab Bondowoso konsisten dan berkelanjutan berupaya menggali potensi baru serta memfasilitasi pengembangan Cavendish. “Saya harapkan Dinas Pertanian bisa mendukung secara penuh tentang pengembangan pisang Cavendish, “harapnya.

Sementara itu Wakil Gebernur (Wagub) Jatim Emil Elestianto Dardak juga berharap Bondowoso tidak hanya menjadi Bondowoso Republik Kopi, tapi juga menjadi Bondowoso Republik Banana.

Wagub Jatim Emil mengatakan, dirinya sangat bangga dengan hasil perdana pisang cavendish di Bondowoso. Mengingat dalam 1 tandannya itu mencapai 40 kg bisa menjadi 300 ribu rupiah kalau dikonversi dari 4400 pohon. “Artinya,  omsetnya saja 1,32 miliar. Katakanlah margin 20 persen jadi potensinya sekitar 260 juta per 1.8 hektare, “terangnya.

Menurutnya sangat luar biasa karena memiliki sebagai offtaker yaitu PT. GPP dan hasil panennya bagus.

Hingga saat ini kata Wagub, kebutuhan pasar belum tercukupi. “Bondowoso potensinya luar biasa kebutuhan pasar yang sudah ada belum terpenuhi permintaan produksi pisangnya, sehingga ini merupakan peluang yang sangat bagus. Kita punya klinik BumDes nanti kita dorong dari  berbagai bidang sebagai prioritas pengajuan, “paparnya.

Dikesempatan yang sama Mentri PDTT Abdul Halim Iskandar mengungkapkan, bahwa Kementrian Desa, Kementrian Ekonomi, Kementrian Keuangan, Propinsi Jatim dan Bupati Bondowoso akan memperluas wilayah lahan yang orientasinya ekspor.

Hal itu disampaikan oleh Mentri PDTT Adul Halim Iskandar, bahwa menurut PT. GPP pisang Cavendish Bondowoso lebih bagus dari daerah asalnya bahkan terbaik se-jatim. “Pak Wily tadi dari PT. GPP menyampaikan hasil demplot dibondowoso hasilnya lebih baik dari asalnya dilampung bahkan terbaik di Jawa Timur, “pungkasnya.(yus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *