Mobil Siaga Tiga Desa di Situbondo Disulap Menjadi Mobil Pribadi, Dilaporkan ke Pemkab dan Bupati

Situbondo l Jejakkasus.info – Beberapa mobil siaga Desa plat merah milik pemerintah di beberapa Desa yang ada di Kabupaten Situbondo, di sulap menjadi warna hitam. diantaranya mobil siaga Desa Kedungdowo Kecamatan Arjasa merk Wulling Nopol P 1295 EP plat merah di ganti plat putih tulisan hitam, setelah di klarifikasi maksud dan tujuan diganti nopol tersebut, Taufik Hidayat Sekdes Kedungdowo ” ya benar mas mobil siaga itu memang kita ganti platnya untuk membeli BBM bersubsidi jenis pertalite dan kalau perlu plat nomor nya secara permanen untuk kepentingan masyarakat” ungkapnya. 29/11/2022

Ada juga mobil operasional Desa Seletreng  Kecamatan Kapongan merk Suzuki Ertiga pada tanggal 7 November 2022 Nopol P 1461 EP Plat Merah Dinas di ganti plat putih tulisan hitam dan pada tanggal 11 November 2022 diganti lagi dengan Nopol L 1200 YZ dan di bagian pintu mobil rusak penyok. Ketua deputi humas dan investigasi Gerakan Pejuang Perlindungan Konsumen Mandiri (GPPKM) mengklarifikasi status mobil tersebut, kepala Desa Seletreng tidak mengakui dan menjawab kalau itu mobil pribadi. setelah di tanyakan tiga kali tentang status mobil tersebut, kepala Desa Seletreng baru mengakui kalau mobil itu adalah mobil operasional Desa. Taufik Kades Seletreng ” itu plat nomornya memang kita ganti untuk kepentingan masyarakat, maksud tujuan diganti plat nomor untuk membeli BBM bersubsidi jenis pertalite” tuturnya. padahal mobil Operasional Desa tersebut sering di kendarai oleh kepala Desa dan keluarganya, bukanlah masyarakat.

Tidak jauh beda dengan mobil operasional Desa Palangan Kecamatan Jangkar, yang juga di palsu plat nomornya dengan alasan untuk kepentingan masyarakat, karena dengan diganti nopol tersebut bisa membeli BBM bersubsidi yang murah.
Padahal mobil Operasional Desa tersebut sering kendarai oleh kepala Desa sendiri bukanlah masyarakat.
Dengan adanya temuan tersebut, ketua Humas dan Investigasi Gerakan Pejuang Perlindungan Konsumen Mandiri (GPPKM) melaporkan hal tersebut kepada beberapa instansi pemerintah dan juga pihak kepolisian nantinya.

Setelah di konfirmasi langsung kepada FIKI selaku ketua Humas dan Investigasi GPPKM tentang laporan beberapa temuan pemalsuan plat nomor mobil dinas yang sering disalah gunakan oleh oknum kepala Desa dan dan perangkatnya. ” Ya benar dengan adanya temuan ini dan beberapa temuan lainnya, saya bersama Abd. Rahman selaku ketua umum GPPKM sudah melaporkan hasil temuan ini ke DPMD, INSPEKTORAT dan juga kepada Bupati langsung. dan hari ini kita menindaklanjuti laporan yang sudah masuk pada tanggal 22 November 2022 kemarin, Wira Mukti sekretaris DPMD “sudah kita panggil beberapa kepala Desa dan plat nomornya sudah diganti dengan aslinya, kalau melanggar lagi maka dari DPMD akan memberikan sanksi kepada kepala Desa tersebut. Pungkasnya. (Hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *