Mungkinkah Usia Seseorang Mencapai 100 Tahun?

by -273 views

Dirilis : Athaya Milda Putri Yuwana

TTL : Pasuruan, 21 Juni 2000
No. HP : 085100636117
Alamat : Jl. Apel 1 Blok C6 Perumahan Bugul Permai, Kota Pasuruan
Pendidikan : S1 Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Muhammadiyah Malang.

Jejakkasus.info | Berumur panjang dan sehat adalah harapan setiap orang. Orang awam mengatakan bahwa panjang pendeknya usia Tuhanlah yang menentukan.

Usia panjang memang berawal dari genetik yang bagus, namun kebiasaan seseorang sesungguhnya lebih menentukan panjang-pendeknya usia. Bila kita berusaha menerapkan gaya hidup yang sehat maka kesmepatan hidup kita juga akan lebih lama, dan sebaliknya jika gaya hidup kita tidak sehat maka umur kita akan pendek.

Penelitian mengenai usia manusia telah lama dilakukan dan sampai saat ini tetap menjadi kajian yang menarik dan tidak pernah surut. Ilmuwan besar Metchnikoff dari Rusia pada akhir abad 19 telah membuat formula bagaimana membuat usia seseorang menjadi lebih lama.

Secara periodic seminar-seminar diselenggarakan guna mendapatkan rumusan bagaimana agar seseorang memiliki kesehatan dan usia panjang.

Beberapa tahun belakangan ini, para peneliti telah keliling dunia untuk menemukan rahasia usia panjang. Para ilmuwan memusatkan penelitian pada beberapa wilayah tempat manusia hidup lebih lama secara signifikan.
Sejumlah data (disajikan oleh National Geographic Indonesia, November 2005), menunjukkan bahwa saat ini puluhan ribu orang di berbagai belahan dunia memiliki usia di atas 100 tahun.

Sardinia, Italia, merupakan wilayah di Eropa yang warganya memilki umur mencapai 100 tahun dalam perbandingan cukup banyak dengan populasi penduduk. Kepulauan Okinawa, Jepang merupakan wilayah di Asia vang memilki penduduk usia di atas 100 tahun dan jumlahnya terus meningkat dari tahun ketahun.

Loma Linda, California, Amerika Serikat, juga ditemukan sekelompok warga memiliki umur mencapai 100 tahun. Suku Hunza di Khasmir, para lelaki usia diatas 100 tahun aktif bermain polo dengan menunggang kuda, atau bermain bola volley merupakan pemandangan biasa. Demikian juga di Georgia, Uni Soviet, para lelaki usia diatas 100 tahun masih giat bermain sepak bola.

Dalam sepuluh tahun terakhir (Jawa Pos, 18 September 2006), jumlah penduduk Jepang yang dikaruniai umur panjang meningkat empat kali lipat.

Catatan dari Centenarian Club (kelompok orang berumur di atas 100 tahun) menunjukkan ada 28.000 orang Jepang yang berusia di atas 100 tahun pada tahun 2006. Pada tahun 1996 jumlah tersebut baru 7.373
orang dan pada tahun 2005 menjadi 25.554 orang.

Jika trend pertumbuhan 10 tahun terakhir terus berlanjut maka para ahli memprediksi pada tahun 2050 Jepang akan memiliki 1 juta lebih warga berusia 100 tahun, merupakan jumlah terbesar di dunia.
Berapa Seharusnya Usia
Hasil konvensi Gerontologi (ilmu yang mempelajari usia tua) di Kopenhagen, Denmark, yang disajikan oleh Naingolan (1992) menunjukkan bahwa usia manusia modern seharusnya antara 120 tahun sampai 140 tahun. Seluruh peserta konvensi, terdiri atas 500 pembawa makalah sepakat dengan rumusan tersebut. Temuan ini sangat mengejutkan rakyat biasa, karena bertentangan dengan kenyataan. Usia 120 tahun sampai 140 tahun adalah dua kali lebih panjang dari usia manusia sekarang (Nainggolan, 1992:2006)
Hasil analisis gerontologi selanjutnya menunjukkan bahwa usia seseorang seharusnya antara 6 sampai 8 kali umur dewasanya, dimana umur dewasa adalah bila seseorang secara fisik dan emosi dapat melahirkan turunannya serta sanggup mengurusi kebutuhan dan kelangsungan hidupnya. Orang Indonesia memiliki umur dewasa sekitar 20 tahun, dan berdasarkan perbandingan tersebut maka seharusnya orang Indonesia dapat hidup di antara 120 tahun sampai 160 tahun. Tapi mengapa kenyataannya rata-rata usia harapan hidup orang Indonesia hanya 54 tahun? Orang di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki rata-rata usia harapan hidup tertinggi di Indonesia, 60 tahun. Mengapa hanya separuh dari seharusnya?
Susu Fermentasi dan Usia.

Penggunaan mikroba hidup (probiotik) dalam proses fermentasi susu awalnya digunakan sebagai upaya untuk mencegah pertumbuhan jamur dan mengawetkan susu dan bukan dengan pertimbangan kesehatan.

Namun susu fermentasi berhubungan dengan masalah kesehatan setelah dilakukan berbagai penelitian secara intensif.

Konsep mengenai hubungan susu fermentasi dengan kesehatan dan usia seseorang dapat dilihat dalam publikasi buku Loudan Douglass yang berjudul The Bacillus of Long Life’ yang menerangkan hubungan antara yoghurt dengan panjang usia seseorang.

Sejak tahun 1920an maka para ahli melanjutkan penelitian mengenai manfaat bakteri terhadap kesehatan. Pada tahun 1935an strain L. acidopillus ditemukan mampu aktif jika diimplantasikan dalam usus halus manusia.

Selanjutnya setelah kurun waktu lebih dari 40 tahun diperoleh banyak sekali manfaat dari penggunaan bakteri sebagai probiotik. Sebagian dari manfaat penggunaan probiotik tersebut adalah (1) mengatur pH, (2) meningkatkan kecernaan, (3) meningkatkan sistem kekebalan tubuh, (4) mencegah infeksi, (5) menurunkan kadar kolesterol, (6) mengatasi masalah intoleran laktosa, dan (7) membunuh sel-sel tumor dan kanker.

Hasil-hasil penelitian selanjutnya juga membuktikan bahwa mikroflora saluran pencernaan memiliki peran penting dalam melindungi inang melawan penyakit. Berbagai penelitian juga membuktikan bahwa meskipun tidak semua bakteri memiliki peran positif untuk inang, namun terapat populasi bakteri yang sangat penting dalam mempertahankan kesehatan dan usia manusia.

Susu fermentasi sebagai suplemen makanan telah terbukti secara ilmiah memberikan kontribusi peningkatan kesehatan pada para pengguna yang secara konsisten mengkonsumsinya setiap hari.

Dari berbagai penelitian ditunjukkan bahwa kebiasaan mengkonsumsi susu fermentasi menghasilkan rata-rata usia lebih panjang dari umumnya orang kebanyakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *