Pangdam IV Diponegoro Prajurit Harus Malu Jika Berbuat Pelanggaran.

by -76 views

Jejakkasus.info | Jateng – Semarang -, Prajurit dan PNS Kodam IV/Diponegoro yang profesional harus selalu berbuat dan bertindak yang terbaik serta mampu mengendalikan diri agar tidak melakukan perbuatan yang menyimpang atau melanggar aturan dan norma-norma yang telah ditetapkan.

Prajurit dan PNS Kodam IV/Diponegoro harus malu jika berbuat pelanggaran, karena selain melukai diri sendiri juga akan menciderai satuannya.

Penekanan tersebut disampaikan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M., saat memimpin upacara Bendera 17-an bulan Maret yang berlangsung di lapangan Makodam IV/Diponegoro (18/3).

Lebih lanjut Pangdam menyampaikan bahwa, untuk meminimalisir pelanggaran maka pembinaan Satuan harus terus ditingkatkan, salah satunya melalui kepemimpinan lapangan yang efektif guna membentuk Prajurit dan satuan yang profesional, militan dan modern.

Yang tak kalah pentingnya adalah para prajurit dan PNS harus senantiasa meningkatkan disiplin, dedikasi dan loyalitas untuk memperkokoh integritas sebagai abdi negara yang militan.

Pada kesempatan tersebut Pangdam juga menyoroti tentang pelaksanaan tertib administrasi program dan anggaran di lingkungan Kodam IV/Diponegoro.

Program kerja dan anggaran harus dilaksanakan secara teliti, transparan, taat pada aturan dan akuntabel mulai tahap perencanaan hingga pelaporan.

Bila semua dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan pentahapannya, maka tidak akan ditemukan kesalahan dikemudian hari.

Oleh karena itu kita tidak boleh malas, masing-masing harus dapat bekerja sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Para Dansat/Ka Satker harus peduli sehingga tidak ditemukan kesalahan-kesalahan berulang maupun baru.

“Prajurit harus tidak malas, karena bila kurang pintar masih bisa belajar, tetapi kalau malas itu watak yang sulit diperbaiki”, tegas Pangdam.

Terkait dengan Pesta demokrasi Pilpres dan Pileg 2019 akan berlangsung, TNI sebagai alat negara harus tetap berada pada koridor netralitas. Para Komandan Satuan, tidak boleh mentolerir setiap pelanggaran prajuritnya terkait netralitas TNI dalam Pemilu 2019.

“Netralitas TNI bukan saja harga diri, tetapi juga harga mati”, tegas Pangdam.

Disampaikan, para prajurit Kodam IV/Diponegoro harus mampu mengayomi dan menempatkan diri dengan baik diantara semua pihak yang sedang berkompetisi.

“Berikan pemahaman dan ajak masyarakat untuk turut serta dalam mensukseskan pesta demokrasi 2019”, imbuh Mayjen TNI M. Effendi.

Pada kesempatan ini, orang nomor satu di Kodam IV ini juga mengajak kepada seluruh prajurit untuk tetap memelihara kewaspadaan dan kesiapsiagaan untuk mengawal jalannya demokrasi sampai dengan selesai.

Laksanakan pemetaan potensi kerawanan serta bangun komunikasi dengan KPU, Bawaslu, Kepolisian, Tokoh Agama, Adat, dan Tokoh Masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan Pemilu 2019.

Bangun kehidupan harmonis dengan rakyat dengan menjalin komunikasi sebagai landasan utama dalam memperteguh kemanunggalan TNI-Rakyat, dan senantiasa waspada terhadap setiap perkembangan situasi di wilayah masing-masing, sehingga dapat memberikan kontribusi dan tindakan yang diperlukan secara cepat dan tepat untuk menghadapi potensi ancaman yang terjadi.

Hadir pada upacara tersebut, Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E., M.M., para pejabat jajaran Kodam IV/Diponegoro, serta para prajurit dan PNS Kodam IV/Diponegoro.( Bnd Jejak Kasus Jateng DIY / Pendam lV Diponegoro )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *