Papan Nama Yang Terpampang Di Pintu Cuma Sekedar Untuk Mengelabui Dari Petugas Satgas Covid -19

Jejakkasus.info | Situbondo – Sebetulnya papan nama yang terpampang di pintu gerbang masuk kelokasi Wisata Grand Pathek itu cuma untuk mengelabui petugas Covid – 19 saja, karena menurut panatuan awak media yang turun kelapangan untuk memastikan kebenarannya tentang aktifitas keluar masuknya pengunjung dari tempat wisata banyak yang tidak memakai masker atau tidak mematuhi Prokes ( Protokol kesehatan).

Padahal himbauan tetap diterapkan selama ini oleh Porkopimda Kabupaten Situbondo,padahal gencar – gencar untuk menangani masalah pandemi Covid -19, dan tidak ada henti – hentinya selalu memberi himbauan bagi masyarakat atau tempat wisata yang ada diseluruh Kabupaten Situbondo, untuk mentaati prokes termasuk pemerintah Desa dan Satgas covid kecamatam juga dari Kabupaten dan SATPOL PP, bunyi himbauan tersebut harus melakukan 5 M, padahal peringatan sering sekali diberitahukan kepada mengusaha wisata tersebut kenapa tidak mentaati aturan bagi pengurus Grand Pathek yang berinisial JMT, yang kebetulan Oknum mantan Kepala Desa Gelung Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo, pada Sabtu 1 Januari 2022.

Setelah kedatangan petugas Satpol PP kelokasi wisata, orang yang ada didalam banyak yang menghindar dari petugas yang tidak memakai masker, disaat hari Pergatian tahun tadi melakukan Patroli mulai dari Wisata Pantai Pathek lanjut ke Wisata Grand Pathek, menurut patauan awak media dilokasi ternyata pengunjungnya tidak pakai masker, dan yang paling heran lagi petugas penjaga dipintu masuk wisata tersebut tidak memakai masker sama sekali.

Sebetulnya Grand Panthek itu milik Pemdes Desa Gelung Karena anggaran yang dikelolah dana dari BUMDES Desa Gelung, yang selama buka sampai saat ini menurut informasi yang dihimpun dari perangkat Desa Gelung yang tidak mau disebutkan namanya”, uang khas Desa cuma pernah masuk satu (1) kali ke Desa selama beroperasi wisata tersebut, setelah itu tidak pernah ada khas masuk lagi, sampai saat ini “Mas” imbuhnya.

Dan yang menjadi Gonjang ganjing atau timbul pertanyaan dari seluruh warga masyarakat Desa Gelung wisata tersebut sampai saat ini masih tetap dikuasahi oleh Oknum Kades Desa Gelung yang saat ini, sudah tidak menjabat lagi kok masih tidak dikembalikan ke Pemdes Gelung, padahal sudah bukan apa – apa lagi di Desa sampai saya jadi heran Mas termasuk seluruh warga Desa Gelung, “ungkapnya warga setempat.

Menurut keterangan dari salah satu warga yang pernah bekerja ditempat Wisata Grand Pathek awalnya ada perjajian dalam pertemuan waktu itu yang di sampaikan Oleh Oknum mantan Kades sebelum dibangunnya Grand Pathek, yang janjinya 50% untuk Desa, 30% untuk penanam modal, yang 20% buat teman – teman yang kerja janjinya, dari sana terbentuklah beberapa kelompok di antaranya nelayan, Budidaya,pemasaran, sementara orang yang ikut dalam musyawarah tadi ia orang – orang nelayan dan sebagian juga dari warga dan pedagang ikan yang dekat dari tempat wisata, sesudah mulai aktip bekerja, oleh Oknum Kades tersebut, selang beberapa tahun wisata sudah mulai berjalan atau berkembang sedikit demi sedikit kelompok nelayan yang dibentuk kesemuanya diberhentikan satu persatu, sampai tidak ada yang tertinggal satupun dan barulah masuk keluarganya sendiri dari oknum mantan kades tersebut.

Pernyatan warga mau mengetahui kejelasannya tentang tempat wisata tersebut yang bisa menindak tegas tiada lain orang Dinas yang punya wewenang, mohon kiranya untuk diambil langkah pengalihan lagi kepada Kepala Desa Yang terpilih sebagai yang punya hak dari wisata Grand Pathek, mohon sekali lagi saya selaku Warga Desa Gelung kepada Pemerintah Daerah terutama Dari Dispar ( Dinas Pariwisata), Kota Situbundo Dan dari Dinas Kelautan.

Padahal lokasi yang ditempati lokasi wisata itu masuk Sona Kelautan dan Perikanan yang lokasinya tidak sampai 100 meter dari bibir pantai, kira – kira kurang lebik 50 meter saja.

Padahal dalam Undang – undang KKP No.1 Tahun 2014 tentangbu Perubahan Atas Undang – undang No 27 Tahun 200 7 Tentang Pengelolaan Wilayah P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *