Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Lamsel Kecamatan Ketapang Menjadikan Pure Segara Dan bahari Batu Putih Menjadi Tempat Wisata

oleh -18 Dilihat

Jejakakasus Info | Lampung Selatan

Parisada Hindu Darma Indonesia ( PHDI ) Di kecamatan Ketapang dan Aparatur desa Ketapang sudah mempunyai kesempatan untuk menjadikan Lokasi Pure Segara dan bahari batu putih menjadi tempat wisata, Minggu ( 17/01/2020 )

Ketika awak media bincang bincang santai di Gazebo yang ada di lokasi wisata batu putih Wayan sude sebagai pengelola pure Segara batu putih, menyampaikan ( 16/01) Asal mula di bukanya tempat wisata batu putih ini, hasil bincang bincang santai antara kepala Desa Ketapang Hamsin dengan dirinya, pada saat melihat pembangunan penangkis ombak yang sedang di bangun oleh pemerintah pusat.

Langsung Wayan sude mengumpulkan seluruh tokoh umat Hindu yang ada di kecamatan Ketapang, di hadiri oleh Kepala Desa Ketapang Hamsin.

Di sana mereka meminta izin untuk membuka dan mengembangkan tempat wisata di samping pure yang luas lokasinya kurang lebih 7500 M persegi ( 3/4) Ha, milik umat Hindu yang tergabung PHDI kecamatan Ketapang.

Sude mengatakan bahwa Ketua PHDI kecamatan Ketapang hanya meminta persyaratan, dalam setahunnya umat Hindu ada tiga kali menggelar acara besar seperti Galungan ( Melasti red ) dan Upacara di Pure. Maka tempat ini akan di gunakan untuk beribadah, maka khusu untuk umat Hindu di bebaskan masuk dan parkir, namun kami juga akan kerjasama dengan Pokdarwis pada hari hari itu untuk perdayakan mereka untuk keamanan parkir kendaraan umat kami.

” Ketika hari raya kami perdayakan Pokdarwis untuk berjaga kendaraan, nanti kami pengurus pure lah yang menjamin makan dan rokok panitia Pokdarwis yang bertugas ,” papar Sude sambil tersenyum

“Alhamdulillah kami mendapatkan izin dari tokoh tokoh umat Hindu yaitu tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan seluruh masyarakat Hindu mendukung 100%, tempat ini di buat tempat wisata,” ujar Sude

Sude terus menjelaskan Seperti di pulau Bali, Bahwa di Bali itu pure bukan hanya tempat ibadah, bahkan manusia dari mana pun di perbolehkan untuk masuk, selagi masih dalam konteks sopan santun dan etika masuk ke pure, selain rekreasi ke pantai batu putih.

“Kami juga sudah mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan di kemudian hari, kami bersama Pokdarwis, pemerintah Desa dan tokoh-tokoh di kecamatan Ketapang untuk berkomitmen menjaga Bersama sama keamanan dan ketertiban di wilayah wisata batu putih ini, kami bekerja sama dengan baik,” Pungkas Sude yang juga kepala sekolah SMP Negeri 2 Ketapang.(Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.