Pawai Budaya Dalam Rangka Sedekah Bumi Desa Rejosopinggir

oleh -108 Dilihat

Jejakkasus. Info | Jombang – Budaya asli Indonesia khususnya Jawa mulai hilang bagi generasi muda penerus bangsa kalau tidak dilestarikan kembali maka akan musnah dengan adanya budaya asing, oleh karena itu Desa Rejosopinggir memberikan motivasi agar menggelar nyadran, bersih deso, atau sedekah Desa pada Minggu 24/07/2022 yang dilaksanakan di dusun Rejosopinggir Desa Rejosopinggir Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang Jawa Timur.

Bersih Desa atau nyadran adalah merupakan tradisi turun temurun yang patut kita lestarikan, sedekah Desa ini merupakan wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT karena telah diberikan Riski yang melimpah ruah, inti dari sedekah desa ini adalah berdoa bersama sama untuk keselamatan, kesehatan, bagi seluruh masyarakat yang ada, sedekah Desa ditandai dengan pembacaan doa dan tahlil dikhususkan kepada para sesepuh desa yang babat desa ini supaya tenang ditempatnya

Dalam acara tersebut dihadiri oleh Camat, kapolsek, danramil,para perangkat desa dan seluruh warga desa Rejosopinggir yang antusiasme mengikuti pawai budaya dalam rangka sedekah Bumi ini

Menurut Kades Rejosopinggir Yoyok Suprianto SH dalam sambutannya bahwa nyadran atau dikenal dengan sedekah desa merupakan salah satu kegiatan yang patut dilestarikan untuk selalu menjaga kelestarian budaya dan adat istiadat supaya eksis di era modern, nguri uri budaya Jawa adalah tanggung jawab bersama salah satunya adalah sedekah desa atau nyadran, selain itu banyak sekali hal positif yang dapat diambil dari kegiatan ini mulai dari segi agama kebersamaan, persatuan dan kerukunan sesama warga masyarakat, serta bisa menjalin tali persaudaraan

Lanjut dalam rangka sedekah Bumi ini kami melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk ikut meramaikan desa Rejosopinggir dengan pawai budaya mengelilingi dusun Rejosopinggir sekitar 16 grup yang ikut dalam pawai budaya tersebut, antusiasme warga masyarakat dalam melihat pawai budaya dikarenakan baru kali ini bisa menyelenggarakan sebab adanya covid 19 diharapkan di tahun depan lebih meriah lagi ucapnya

Yoyok menambahkan tradisi pawai budaya ini adalah suatu pembelajaran bagi para generasi muda untuk mengenal budaya dan kecerdasan para leluhur tidak mungkin kita pungkiri jangkauan leluhur nusantara sangatlah luar biasa, bukan hanya di zaman dulu hingga sekarang budaya nyadran tetap dilakukan sebab tersirat simbol simbol yang memiliki makna dan nilai nilai kearifan lokal, banyak sekali yang kita ambil melalui simbol tumpeng, gunungan, cabai kedelai dan sego kuning serta hasil Bumi lain ini merupakan wujud rasa syukur kepada sang Pencipta Allah SWT

Salah satu warga desa Rejosopinggir Ahmad 45 tahun mengucapkan berterima kasih kepada pemerintah desa Rejosopinggir khususnya kepala desa Rejosopinggir yang telah menggelar pawai budaya karena sudah lama tidak ada keramaian sejak ada covid 19 sepi, alhamdulillah baru hari ini bisa merasakan keramaian, mulai sabtu kemarin ada campursari, pawai budaya, sampai puncak acara elektron, kami sangat senang, kami berharap tahun berikutnya lebih meriah lagi ucapnya. (Aan jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.