Pedagang di Wilayah Pantai Wisata Pathek Bersyukur karena saat Tahun Baru Tidak Ada Hujan

Situbondo l Jejakkasus.info – Suasana liburan tahun baru kemarin para pedagang yang ada di wilayah wisata pantai Pathek dan para pengunjung dari luar kota maupun dalam kota Situbondo, banyak bersyukur Alhamdulillah karena saat perubahan tahun kemarin dari tahun 2022 ke tahun 2023, tidak ada hujan dan angin serta ombak besar oleh karena itu saya bisa menikmati suasana keindahan alam dan suasana laut yang begitu indah dan cuaca cerah sangat bersahabat serta bisa menikmati menu makanan yang khas Desa Gelung yang terkenal dengan ikan bakar juga bumbu dapur yang lezat sekali. Minggu 1/2/2023.

Untuk memikat dari para pengunjung tahun yang datang supaya di tingkatkan untuk fasilitasnya lebih menarik dan juga perlu ada dukungan dari pihak terkait terutama Dispar ( Dinas Pariwita )Kabupaten Situbondo, papar pengunjung dari kota tetangga.

Kalau ada dukungan dari pihak terkait untuk membantu sesuatu yang dibutuhkan oleh para pedagang setempat maka akan semakin membantu meringankan beban kebutuhan masyarakatnya. “Imbuhnya”.

Sebab kalau benar – benar diperhatikan tempat wisata tersebut pasti tambah indah dan pesona alam wisatanya alami, serta tempat wisata Pantai Pathek di Gelung Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo, karena sudah layak untuk dikembangkang dan juga sudah terkenal ke seluruh Kabupaten tengga. Oleh karena itu kalau investor yang berminat ingin mengembangkan witata tersebut bisa kerja sama dengan Pemdes setempat Insaallah pasti akan tambah Inkam untuk menunjang angka pengangguran di desa setempat, walaupun ada wisata pantai Grand Pathek yang dananya dari pihak pemerintah yang anggarannya di gelontorkan ke Bumdes Wisata Bahari Grand Pathek juga tidak jelas, karena selama ini masih dikuasai oleh Oknum Mantan Kades berinisial JM, yang pemilihannya melalui PAW ( Pejabat Antar Waktu ), untuk masa jabatan cuma tiga (3)Tahun, dan setelah di telusuri oleh investigasi media jejakkasus info ke kantor Desa untuk menanyakan tentang hasil operasional Bumdes ternyata cuma 1x yang masuk khas Desa menurut keterangan dari perangkat desa Gelung, yang tidak mau disebutkan namanya.

(Hsn/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *