Pekerjaan Proyek Saluran Drainase Jalan Grati – Dorogowok Diduga Menyalai Aturan

LUMAJANG – jejakkasus.info. Pekerjaan Rehabilitasi Jalan, Pembangunan Saluran Drainase Jalan Grati – Dorogowok, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Proyek yang dikerjakan oleh CV. Amanah, diduga menyalai aturan tidak sesuai speck.

Para pekerja dan perusahaan, keselamatan kerja menjadi hal utama, apalagi kesehatan dan keselamatan kerja atau K3 ini juga diatur dalam Undang – undang ketenagakerjaan.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat dan Aliansi Masyarakat Pecinta Lingkungan ( LSM AMPEL) Lumajang, Arsyad Subekti, menyesalkan dengan adanya bangunan yang sudah jelas didepan mata, yang diduga tidak menggunakan alat pengaduk atau mesin molen beton, alat ini penting sekali guna untuk memaksimalkan hasil adukan lebih merata dan lebih cepat dalam pekerjaannya.

“Dengan hal ini, dalam campuran semen dan pasir pun tidak gunakan takaran, menurut para pekerja saat ditemui LSM AMPEL beserta awak media, mengatakan bahwa; campuran semen dan pasir yang sudah dilakukan yakni satu (1) dibanding tuju (7) ini sudah jelas menyalai aturan tidak sesuai speck, “kata Ketua LSM AMPEL (Arsyad Subekti)

Menurut hasil pantauan awak media dan juga LSM AMPEL, diketahui jelas para pekerja bangunan rehabilitasi jalan dan saluran drainase, CV. Amanah di jalan Grati – Dorogowok diduga menyalai aturan, para pekerja diduga tidak menggunakan K3 yakni, Helm, Spatu dan juga sarung tangan, ini sudah melanggar peraturan Menteri Ketenagakerjaan nomor 5 Tahun 2018 tentang K3 dan jika tidak diberlakukan maka sudah jelas melanggar aturan tersebut.

Berdasarkan tulisan dipapan nama, yang dipampang dilokasi, pekerjaan rehabilitasi jalan dan juga bangunan saluran drainase, jalan Grati – Dorogowok Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, dengan total anggaran Rp.175.295.000,00. Yang digarap oleh CV. Amanah, dengan sumber dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Dinas PUPR Lumajang. Penyelenggaraan dana jalan anggaran tahun 2023.

Namun demikian, terkait pekerjaan proyek secara teknis, Ketua LSM AMPEL, Arsyad Subekti menyarankan kepada para pekerja untuk gunakan K3, guna untuk keselamatan dan pelindung diri bagi pekerja, karena K3 juga diatur dalam Undang – undang Ketenagakerjaan, “jelas kata Arsyad Subekti.

penulis (Rh & Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *