Pembangunan Jalan dan Gedung Balai Desa Dahana Diduga Sarat Penyalahgunaan, Kades Bantah dan Siap Jika Dipanggil Kejaksaan

oleh -146 views

Jejak Kasus.Info || Nias Utara, Sumatera Utara.

Masyarakat Desa Dahana Kec Alasa Kab Nias Utara secara resmi melaporkan terkait dugaan penyimpangan Dana Desa (DD). Dugaan penyimpangan tersebut melibatkan Aparat Desa dan Ketua BPD Dahana.

Yulius Zalukhu saat dikonfirmasi media mengatakan bahwa: “Ya kami berikan laporan secara resmi kepada Kejari Gunungsitoli, DPRD Kabupaten Nias Utara, dll. Atas dugaan penyimpangan Dana Desa DD yang terjadi di desa kami.” ungkapnya (06/04) seperti dikutip dari media zonadinamikanews.com

Seorang Warga Desa Dahana Kec. Alasa Kab. Nias Utara yang kami hubungi via Handphone mengatakan bahwa: “Iyah, mereka laporkan segini (realisasi anggaran-red), tapi yang masuk di lapangan segini, gitu loh. Biar masuk kantong lebihnya.” ungkap seorang warga tidak ingin disebutkan namanya (06/04).

Ia menuturkan ada dugaan Penyalahgunaan anggaran oleh Pemerintah Desa Dahana. Pelaksanaan sejumlah kegiatan menyalahi aturan, dimana realisasi kegiatan diduga tidak sesuai RAB (Rencana Anggaran Biaya). Dia menyebutkan misalnya Pembangunan Jalan yang diduga tidak sesuai nomenklatur Anggaran, dari pengaspalan menjadi hanya disertu. Kemudian, Pembangunan Gedung Balai Desa Dahana juga diduga tidak sesuai RAB, diduga ada permainan pada pembayaran upah pekerja, dalam hal ini ketidak sesuaian gaji tukangnya.

Kepala Desa (Kades) Dahana, Kec Alasa, Kab. Nias Utara MASANOLO LAHAGU yang kami konfirmasi via Handphone mengatakan bahwa hal itu tidak benar. “Semua terlaksana dengan baik, buktinya 2018-2019 sudah keluar LHP.” jelas Masanolo (06/04). Masanolo menegaskan bahwa Kegiatan Pembangunan Gedung Balai Desa Dahana sudah terlaksana.

Masanolo juga membantah dugaan perubahan nomenklatur Anggaran Pembangunan Jalan. Ia bahkan mempersilahkan untuk melihat langsung di lapangan, katanya: “Kalau boleh, Bang. Langsung ajah kita di lapangan Bang. Jangan cerita kita Bang.” ajakan Masanolo sambil tertawa terbahak-bahak.

Untuk menangapi pengaduan tersebut, Masanolo bisa saja akan mengadukan kembali para pihak yang memberi pengaduan: “Kalau mereka bertahan, kami Menuntut.”

Masanolo Lahagu mengaku baru mendengar pengaduan tersebut saat kami melakukan konfirmasi kepada-nya via Handphone. Namun, Masanolo sudah bersiap untuk langkah selanjutnya: “Aku Nggak Apa-apa. Saya menunggu kalau memang ada surat panggilan dari Kejaksaan atau Bagaimana?” kata Kades Dahana. Sampai berita ini turun, Masanolo mengatakan masih belum menerima pengaduan tersebut.

Redaksi masih menunggu perkembangan terbaru dari pemberitaan ini. Hendaknya, warga masyarakat mengedepankan pra-duga tak bersalah sambil menunggu proses hukum selanjutnya terkait dugaan penyimpangan dan Penyalahgunaan Anggaran Dana Desa di Desa Dahana Kecamatan Alasa Kabupaten Nias Utara. (Bahar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *