Pembukaan Badan Jalan Kontroversi, Kades Bantah Tudingan Warga Tidak Dibahas Dalam Musdes

oleh -91 views

Jejakkasus.info I Bengkulu – Pembukaan badan jalan sentra produksi Desa Tanjung Dalam Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur yang dibiayai melalui Dana Desa tahun anggaran 2021 menuai kontroversi dari masyarakat, warga menuding bahwa kegiatan pengupasan badan jalan tersebut tidak masuk dan dibahas dalam musdes.

Menurut salah warga setempat, yang sengaja namanya tidak mau ditulis mengatakan senin (7/06/2021), pada musyawarah desa (musdes) pertama semasa jabatan PJS untuk menentukan skala prioritas pembangunan sebagai bahan acuan untuk pembutan APBDes 2021, telah disepakati dua kegiatan pembangunan yang masuk skala prioritas yaitu pembangunan pelapis penahan banjir dan rehabilitas rumah ibadah (masjid).

Kesepakatan tersebut diambil, mengingat Desa Tanjung Dalam rawan terkena banjir akibat luapan sungai babat apabila hujan deras menguyur kawasan tersebut, apalgi dalam lima tahun terakhir Desa Tanjung Dalam pernah dilanda banjir hebat yang mengakibatkan kerugian bagi warga, dengan penuh harapan, melalui pembangunan pelapis yang sudah direncanakan warga berharap sejarah kelam tersebut tidak terulang kembali.

 

Harapan masyarakat menjadi Pupus, setelah adanya peralihan masa kepemimpinan antara jabatan PJS kades deangan Kades terpilih, rencana pembangunan yang telah disepakati dilalihkan kegitan pembukaan badan jalan sentra produksi oleh Pemerintahan Desa Tanjung Dalam yang baru, yang diduga kebijakaan peralihan tersebut tanpa adanya musyawarah ulang dengan masyarakat , ungkap sumber dengan nada kecewa.

Bahkan diakhir penyampaiannya, sumber berita ini menegaskan, dirinya bersama masyarakat lainya siap jadi saksi, untuk memberikan keterangan apa adanya jika ada pihak lain yang membutuhkan keterangan,.”saya akan mengatakan yang sebenarnya jika memang dibutuhkan,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Desa Tanjung Dalam, Marzuki saat dihubungi via teleponnya selasa (8/06/2021), membantah keras tudingan yang ditujukan terhadap dirinya, yang mengtakan kalau pembukaan jalan tersebut tidak melalui musdes.

” Apa yang saya lakukan sesuai dengan hasil kesepakatan musyawarah pertama , tidak mungkin saya melaksanakan kegitan diluar dari hasil musyawarah,saya ini tidak gila,” ujarnya dengan nada tinggi.

Ia juga meminta agar informasi yang berkembang dimasyarakat untuk tidak dibesar besarkan, lagi pula semua persoalan tersebut sudah selesai.

Orang yang baru dua bulan menjabat Kades ini menambahkan, ukuran panjang badan yang sudah dikerjakan tersebut yaitu 1050 M dengan pagu anggaran Rp. 150 Juta rupiah, untuk jemis kegiatan disesuaikan dengan papan merek yaitu pembukaan badan jalan baru, pungkasnya

Sementara dari hasil cek and rechek wartawan Jejakkassus. Info dilapangan, tetulis jelas pada papan merek kegitan, jenis kegiatan pembukaan badan jalan baru galian siring, dengan pagu anggaran Rp.150.720.000 sumber dana APBN program Dana Desa tahun 2021 volume panjang jalan 10.50 meter.

Selain dilakukan pengupasan, ada beberapa titik pada STA dilakukan galian yang limbah bekas galianya tidak dibuang melainkan ditimbunkan ke badan jalan, ironisnya sebagian badan yang digusur merupakan jalan lama yang sudah pernah dirabat beton melalui program PNPM. (Iwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.