Pembukaan Toko TPID, Upaya Terpadu Kendalikan Inflasi Pangan

by -55 views

Seluruh provinsi di Indonesia memiliki ide untuk membuat Toko Pangan TPID, alhamdulillah Provinsi Jambi merupakan provinsi pertama kali yang membuka Toko Pangan TPID. Ini merupakan hasil kerja keras dari tim yang telah terintegrasi – Kepala Perum Bulog Divisi Regional Jambi, Bakhtiar AS.

Jejakkasus.info | Jambi – Selasa (05/03) sore, Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori M.Hum membuka dan meresmikan Toko Pangan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jambi, Papan Informasi Harga Bahan Pokok, dan Mobil TPID Provinsi Jambi di Blok B Pasar Angso Duo Baru Jambi. Pembukaan dan peresmian Toko TPID tersebut merupakan upaya terpadu TPID untuk mengendalikan inflasi pangan, dengan menjaga ketersediaan stok dan keterjangkauan harga.

Fachrori mengungkapkan, peresmian toko ini memiliki arti dan makna yang sangat strategis dalam konteks menjaga pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkeadilan melalui upaya pengendalian inflasi. “Melalui tingkat inflasi yang terkendali akan lebih meningkatkan kepercayaan publik khususnya masyarakat Jambi terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Jambi, serta memberikan dorongan kepada para investor untuk berinvestasi lebih banyak di Provinsi Jambi. Dalam hal inflasi, kita selaku para pengambil kebijakan di daerah harus terus berbenah diri, mulai dari aspek produksi, aspek distribusi, sampai dengan aspek produksi,” terang Fachrori.

Fachrori mengemukakan, salah satu alasan dibukanya Toko Pangan TPID berlokasi di Pasar Angso Duo Baru, karena Pasar Angso Duo merupakan pasar terbesar di Provinsi Jambi yang menyediakan kebutuhan sehari-hari, khususnya bahan pangan bagi masyarakat Kota Jambi dan sekitarnya.

“Toko ini saya harapkan bisa membantu dalam menjaga ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat Jambi. Untuk itu, Toko ini kita buka di Pasar Angso Duo Baru, sehingga masyarakat lebih mudah dalam mendapatkan bahan pangan, terlebih lagi dalam 2 bulan kedepan kita akan memasuki bulan Ramadhan, dimana biasanya harga-harga bahan pangan mengalami kenaikan,” tutur Fachrori.

“Selain Toko Pangan, kita juga menyediakan papan informasi harga bahan pokok dan mobil TPID Provinsi Jambi. Semoga masyarakat Jambi bisa memanfaatkan fasilitas yang telah diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jambi,” tambah Fachrori.

Fachrori mengimbau kepada seluruh jajaran di Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi untuk terus meningkatkan produksi dan produktivitas komoditi pertanian. Hal ini sangat penting, agar Provinsi Jambi secara bertahap dapat swasembada di beberapa komoditi pangan tertentu.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jambi, Bayu Martanto menyampaikan, kegiatan ini merupakan sinergi yang baik antara Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Daerah untuk terus berkomitmen dalam mengendalikan inflasi dan mensejahterakan masyarakat melalui stabilitasi harga.

“Pada kegiatan ini, Bank Indonesia Perwakilan Jambi turut menyumbangkan mobil distribusi uang yang akan digunakan sebagai mobil TPID Provinsi Jambi, sehingga nanti bisa digunakan untuk mengangkut bahan pangan yang akan didistribusikan oleh Toko Pangan TPID,” kata Bayu.

Kepala Perum Bulog Divisi Regional Jambi, Bakhtiar AS mengatakan, seluruh provinsi di Indonesia memiliki ide untuk membuat Toko Pangan TPID, alhamdulillah Provinsi Jambi merupakan provinsi pertama kali yang membuka Toko Pangan TPID ini. Hal ini bisa tercapai bukan hanya dari hasil kerja keras sektoral saja, tetapi merupakan hasil kerja keras dari tim yang telah terintegrasi satu sama lain.

“Kita juga akan meluncurkan mobil TPID Provinsi Jambi yang merupakan bantuan dari Bank Indonesia Perwakilan Jambi, nantinya mobil ini akan bergerak ke seluruh Provinsi Jambi, khususnya akan kita mulai dari Kota Jambi. Kita akan tempatkan mobil TPID ini di beberapa spot yang harga bahan pangannya lebih tinggi dari tempat yang lainnya,” jelas Bakhtiar.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Jambi selaku Ketua Harian TPID Provinsi Jambi, Ir.Agus Sunaryo menerangkan, perkembangan inflasi di Provinsi Jambi berdasarkan data statistik masih dibawah angka inflasi nasional, yaitu sebesar 3,5 persen. Penyebab utama inflasi di Provinsi Jambi sendiri disebabkan dari peningkatan harga kelompok bahan pangan, transportasi, akomodasi dan komunitas jasa keuangan.

“Pengendalian inflasi tersebut merupakan hasil kerja keras Pemerintah Provinsi Jambi melalui TPID, sinergi yang baik dengan Satgas Pangan dan semua pihak, serta terus melakukan upaya pemantauan, pengawasan harga bahan pangan ditengah masyarakat sehingga tetap stabil,” ungkap Agus.

“Peresmian Toko Pangan TPID ini merupakan salah satu strategi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi melalui TPID dalam menekan angka inflasi pada kelompok bahan pangan. Kita mengharapkan, toko ini dapat mengakomodir ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pangan sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di Provinsi Jambi,” pungkas Agus. Hms/ta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *