Pemdes Tangsi Duren Kabawetan Mengadakan Pencegahan stunting Langsung Sosialisasi ke Masyarakat

Jejakkasus.info l Bengkulu – Pemdes Tangsi Duren, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, acara langsung di balai desa, rembuk secara sederhana mengandung arti musyawarah atau berunding untuk membicarakan suatu permasalahan stunting di desa. selasa 11/10/22.

Pantauan awak media online Jejakkasus yang menghadiri acara Kepala Desa, prangkat Desa, Babinsa, Babinkamtibmas, pendamping desa, BPD serta perangkat desa beserta masyarakat setempat.

Langsung masuk penjelasan dari Bidan Desa.

Sedangkan stunting artinya kondisi gagal pertumbuhan (tubuh dan otak) pada anak akibat kekurangan gizi sehingga anak perawakannya lebih pendek dari anak-anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

Rembuk stunting merupakan suatu langkah penting yang harus dilakukan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan terjadinya integrasi pelaksanaan intervensi penurunan stunting secara bersama-sama antara OPD penanggung jawab layanan dengan sektor/lembaga pemerintah dan masyarakat di lokasi prioritas (lokus penanganan).

Kepala Desa Komari Yusup di wakili oleh prangkat desa, Memaparkan saat kegiatan berlangsung.

Bahwa dengan output yang diharapkan dari Rembuk Stunting ini adalah lahirnya komitmen penurunan stunting yang ditandatangani oleh bupati, Kepala Desa, Pimpinan OPD, dan perwakilan sektor non pemerintah dan masyarakat.

“Selain itu diharapkan tersusun nya rencana kegiatan intervensi gizi terintegrasi penurunan stunting yang telah disepakati oleh lintas sektor untuk dimuat dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) atau Rencana Kerja (Renja) OPD tahun berikutnya,” kata Kades.

Ada beberapa poin penting yang menjadi fokus pembahasan dalam kegiatan rembuk stunting yang diinisiasi bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten kepahiang.

Antara lain membicarakan tentang intervensi spesifik sektor kesehatan dan intervensi sensitif sektor non kesehatan yang menjadi tugas dan tanggung jawab OPD dan instansi terkait.

Bhabinkamtibmas Aipda Faisal Khocan kecamatan Kabawetan.

” Tingkatkan kekompakan setiap ada kegiatan, dengan di adakan nya kegiatan stunting jadi untuk penambah pengetahuan bagi masyarakat.

Selain itu yang tak kalah pentingnya adalah terkait pengalokasian dana desa untuk pencegahan dan penanganan stunting.
Peraturan Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting mengamanatkan pengalokasian anggaran dan belanja desa untuk pencegahan dan penanganan stunting. ( Yadi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *