Pemotongan Kayu di Sepanjang Jalan Raya Pandaan – Bangil di Pertanyakan Gmicak.

oleh -39 views

Pandaan | Jejakkasus.info – Pemotongan kayu sonokeling di sepanjang jalan raya pandaan – Bangil Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur patut di pertanyakan karena tidak ada transparansi ke publik sesuai dengan UU No. 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

Terkait surat izin pemotongan kayu jenis sonokeling : Kontrol Sosial (LSM Gmicak) dan Media jejakkasus.info mencoba menggali informasi ke beberapa warga sekitar terutama pada pemilik toko yang dekat dengan pohon yang di potong apakah pemotongan atas pengajuan surat pemotongan dari pemilik toko atau tidak.

Ternyata pemilik toko menjawab tidak pemotongan di lakukan hari jumat 02/04/2021 sekitar jam 11:30 wib.

Dari hasil klarifikasi ke Dinas Bina Marga, pemotongan tersebut sudah ada izin, Dan hasil pemotongan di bawah ke worshop upt pandaan dengan nada tingi, pak rudi mengatakan kalau pemotongan kayu sudah ada izinnya.

Lanjut masih kata Rudi, kalau kayu hasil pemotongan sekarang di bawah ke worshop tidak ada yang saya jual pungkasnya di pembicaaran lalu mematikan hp.

Pada saat di pertayakan keabsaanya, Perkataannya kayu sekarang tidak ada yang saya jual berati parut diduga di hari sebelumnya hasil pemotongan dijual dan tidak di bawah ke worshop.

Dari hasil pantauan di worshop binamarga upt pandaan memang ada kayu dengan jenis kayu trembesi yang di sengaja di taruh di pelararan worshop jenis kayu sonokeling yang di bawah ke kedalam kantor merupakan jenis kayu yang rusak kayu berlubang yang tidak punya nilai jual sedangakan dari hasil survei lapangan mencocokan dari batang atau tunggak kayu yang di potong ukuran batang ber diameter 60-80 cm tidak cocok dengan yang di bawah ke worshop diduga kayu kayu yang berkwalitas dan punya nilai jual tinggi di jual ke pabrik atau pengepul kayu sonokeling. (bersambung). mhex.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *