Penanggulangan (Covid- 19) di Tarakan Kalimantan Utara

by -7 views

Oleh : Muhammad Fiqri, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Jejakkasus.info | Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan menetapkan status siaga bencana corona virus disease (Covid-19) sejak 16 Maret lalu. Kebijakan itu diambil untuk mendukung upaya yang akan dilakukan Pemerintah Tarakan dalam mencegah penyebaran pandemi virus corona..

Status tersebut, berlaku 24 hari ke depan sejak ditetapkan, atau hingga 8 April mendatang. Namun bisa berubah, dengan melihat evaluasi yang akan dilakukan setelah berakhirnya status tersebut. Pemkot Tarakan telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penularan virus corona. Dalam waktu dekat juga akan dibentuk Satgas RT Siaga Covid-19.

Langkah itu diambil dengan melihat kondisi perkembangan virus corona saat ini, baik di Indonesia maupun Tarakan. Di mana, saat ini sudah ada 27 provinsi yang tertular corona. Di Tarakan, Khairul menyebut ada enam pasien dalam pengawasan (PDP) yang sedang menunggu konfirmasi laboratorium Balitbangkes Kemenkes RI.

Sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 Pemerintah Kota Tarakan mengambil langkah untuk membatasi akses masuk. Pembatasan ke kota yang berada di sebuah pulau itu mulai dari moda transportasi laut dan hingga udara.
Pembatasan itu tertuang dalam surat Walikota Tarakan kepada kementerian terkait. Untuk angkutan laut, surat yang berisi perihal Pembatasan angkutan penumpang PT Pelni ditujukan kepada Menteri Perhubungan Republik Indonesia.
Pembatasan sementara moda transportasi laut yang masuk dan keluar Tarakan dilakukan sampai masa tanggap darurat selesai yaitu tanggal 30 Mei 2020 mendatang.
Sementara untuk transportasi udara, diminta agar membatasi frekuensi jadwal penerbangan dalam sekali sehari.
pemerintah kota tarakan juga menyiapkan dana2 miliar untuk menangani covid19 di Tarakan guna untuk mengalokasikan kepada BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH(BPBD) dan rumah sakit didaerah itu
pemerintah kota tarakan juga mengadakaan deklarasi mengenai covid19 ,diantara nya
Maka mulai sejak diberlakukannya tanggap darurat 27 Maret sampai dengan 29 Mei 2020, dengan ini menyatakan:
1. Bahwa kami bersepakat, untuk tidak berkumpul di rumah ibadah, dan melaksanakan peribadatan di rumah masing-masing.
2.Bahwa kami bersepakat untuk menunda atau meniadakan segala acara keagamaan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan yang mengumpulkan orang banyak.
3. Bahwa kami bersepakat segala bentuk ketidakpatuhan terhadap kesepakatan ini, menjadi tanggung jawab pelaku atau pihak yang melaksanakan dan penindakannya kami serahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang.
4. Bahwa kami bersepakat dan mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama melawan wabah virus corona dengan senantiasa mematuhi ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Berdasarkan kesepakatan, deklarasi ini akan diberlakukan sejak ditandatangani nota kesepakatan oleh para pihak deklarasi tersebut yakni Selasa, 7 April 2020.
Karena kasus covid19 ditaraakan makin banyak jadi DPRD Kota Tarakan akan mengambil langkah dengan menggelar rapat kordinasi (rakor) untuk mendesak pemerintah ambil tindakan.,

Rencana pembahasan rapat kali ini untuk menindaklanjuti rakor yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. Di mana ada 10 poin tentang perkembangan strategi dan kebijakan pemerintah dalam upaya pencegahan dan penananganan covid-19 ini
Apalagi diketahui bahwa penyebaran virus ini berasal dari luar wilayah Tarakan.

Terutama kebijakan karantina nanti akan dipertegas agar sesuai dengan SOP yang diberikan selama 14 hari. “Seperti karantina ini, nanti harus dipertegas agar sesuai. Jangan sampai ini membuat masyarakat menjadi resah,
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyetujui permohonan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan dan Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara.

PSBB untuk Kota Tarakan juga perlu ditetapkan untuk menanggulani wabah COVID-19 setelah dilakukan kajian epidemiologi dan pertimbangan kesiapan daerah wilayah-wilayah tersebut dalam aspek sosial, ekonomi, serta aspek lainnya oleh tim teknis PSBB di wilayah tersebut dilaksanakan selama masa inkubasi terpanjang dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran.

Pemerintah daerah tersebut wajib melaksanakan PSBB dan secara konsisten mendorong serta menyosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.
Uji coba Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota Tarakan, mulai dilakukan. Ujicoba dimulai hari Kamis, (23/4/2020) dan akan dilakukan selama tiga hari.

Bagi masyarakat yang melanggar akan dikenakan sanksi berupa teguran dari petugas yang ada dilapangan. Pada uji coba PSBB, petugas merazia warung, cafe, dan restoran serta pedagang kaki lima yang masih buka diatas jam 21.00 Wita.
Pengawasan juga akan dilakukan diseluruh toko-toko yang ada di Tarakan, termasuk pelaksanaan physical distancing dan penyediaan tempat cuci tangan serta pembeli dan pelayan yang harus pake masker.

Nantinya, uji coba PSBB ini akan dievaluasi sebagai bahan penguatan untuk melaksanakan yang resmi diberlakukan pada 26 sampai 30 Mei 2020 mendatang.
Perwalinya masih kita ceramati, karena ada beberapa hal yang perlu untuk diperbaiki, tapi yang jelas pengawasan dalam PSBB ini nantinya pasti sangat ketat, sehingga masyarakat kita harapkan jangan sampai ada yang kena sanksi, ini juga kan untuk kepentingan kita bersama, bukan pemerintah,” ungkapnya.

Adapun dalam pelaksanaannya melibatkan petugas yang terdiri dari TNI-Polri, Dishub, Satpol PP dan Instansi terkait lainnya. Para petugas akan melakukan pengawasan langsung kepada masyarakat, utamanya bagi para pengguna jalan.
Jika ditemukan ada yang tidak memakai masker maka akan diberi sanksi berupa teguran dan akan diminta untuk memakai masker.

Bagi pengendara motor itu tidak boleh berboncengan kalau tidak dari tujuan yang sama. Sedangankan kendaraan roda empat, penumpangny maksimal separuh dari kapasitas kendaraan,” kata Khairul.
Terkait sanksi yang kepada pelanggar PSBB, peraturan daerah yang dibuat akan mengatur mulai dari teguran, tindak pidana ringan, maupun pidana umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *