Penipuan Berkedok Calo SIM, Diungkap Polresta Sidoarjo

by -136 views

 


Jejakkasus.info | Penipuan bermodus pengurusan SIM berhasil diungkap Satreskrim Polresta Sidoarjo. Dua orang tersangka berinisial IMH dan Y berhasil ditangkap, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Awalnya Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil menangkap IMH dan satu tersangka lagi Y, yang dari pengakuannya ada 12 orang menjadi korbannya IMH dan yang menjadi korban Y sebanyak 5 orang. Dengan nilai yang ditawarkan sampai jutaan rupiah.

Dedy Fachrudin, salah satu korban dari mereka berdua mengaku dalam mengurus SIM B1, ia harus menyetor ke IMH senilai Rp. 1,5 juta, dengan perjanjian 15 sampai 20 hari SIM sudah jadi tanpa ujian. Ada juga salah satu korban dari Y, bernama Yuliskha harus membayar senilai Rp. 900 ribu. Belum jumlah korban-korban lainnya.

“Penipuan bermodus pengurusan SIM ini tentu sangat merugikan masyarakat. Apalagi kami dari Polresta Sidoarjo berkomitmen meningkatkan pelayanan publik, dalam rangka mempertahankan WBK dan WBBM, di luar malah ada penipuan berkedok calo SIM. Sebab itu kami dengan cepat mengungkap kasus ini,” jelas Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho kepada wartawan, Jum’at (1/2/2019).

Berpijak dari peristiwa ini, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho berpesan kepada masyarakat, agar jangan mudah percaya dengan orang-orang yang menawarkan jasa pengurusan SIM, SKCK, Laporan Kehilangan atau apapun itu yang berhubungan dengan pelayanan kepolisian.

“Selalu berhati-hati, jangan mudah percaya kepada calo, dan bila ada yang menemukan praktik calo silahkan melapor ke Polresta Sidoarjo. Sekali lagi, urus SIM kini sangat mudah daftarnya melalui aplikasi E-SIMĀ  tanpa harus datang langsung ke Polresta Sidoarjo,” tambahnya.

Ungkapan senada juga seperti disampaikan, Dedy Fachrudin, salah satu korban calo SIM. Ia mengatakan menyesal percaya kepada orang yang menawarkan jasa pengurusan SIM. “Akhirnya saya lebih memilih mengurus SIM sendiri dg daftar melalui E-SIM dan datang ke Polresta Sidoarjo, dan ternyata sangat mudah dan cepat,” ujarnya.

Atas tindakan penipuan ini, kedua tersangka dikenai pelanggaran pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun.sul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *