Penyaluran Mesin Konversi BBM ke BBG di Kabupaten Nias Utara diduga Tidak Sesuai Juknis

Kabid dan staf Teknik Terkesan Mengelak tidak Mau Jelaskan Kepada Awak Media

Jejakkasus.info l Nias -, Nias Utara, Salah satu program  pemerintah melalui Kementerian ESDM kepada masyarakat Nelayan kecil  yaitu , “Memberikan bantuan mesin Konversi BBM ke BBG”  yang bertujuan untuk meringankan beban Nelayan dan  meningkatkan hasil tangkap  ikan sehingga dapat memperbaiki perekonomian masyarakat Nelayan penerima manfaat.

Masyarakat Kabupaten Nias Utara  sangat mengapresiasi program Pemerintah pusat ini melalui Kementrian  ESDM yang memahami kesulitan Nelayan kecil akibat naiknya Bahan Bakar Minyak (BBM ), sehingga dengan Pemberian Bantuan Mesin Konversi dapat beralih dengan menggunakan Bahan Bakar Gas (BBG ) yang ramah lingkungan dan mengurangi biaya saat menangkap ikan .

Adapun syarat- syarat untuk mendapatkan mesin Konversi tersebut,

“Melalui Kadis Perikanan dan Kelautan  Kab. Nias Utara Sabar Jaya Telaumbanua, S.Pi, M.Si menjelaskan bahwa, berdasarkan juknis, penerima bantuan paket konversi BBM ke BBG adalah nelayan yang identitasnya pada KTP sama dengan Kartu KUSUKA, memiliki mesin yang terpasang pada kapal  dengan bahan bakar bensin, menggunakan alat tangkap ramah lingkungan dan belum pernah mendapatkan bantuan sejenis.

Sementara itu juga Ketua LSM-Topan RI Kep.Nias” Arius Nazara menjelalaskan kepada awak media bahwa saya kesal dan kecewa mendengar hal demikian dalam hal Pembagian mesin tersebut Kepada Nelayan karna tidak sesuai juknis .

Namun saat Tim media ini melakukan penelusuran terkait Pendistribusian Mesin Konversi kepada nelayan penerima manfaat menyampaikan keluhan l bahwa;

“Banyak Nelayan yang identitasnya pada KTP sama dengan Kartu KUSUKA namun  tidak mendapatkan Bantuan mesin , dan Sebaliknya Nelayan yang tidak mempunyai kartu nelayan KUSUKA malah mendapatkan Bantuan Mesin tersebut.

Artinya diduga adanya Kesalahan teknis pendataan pada  data Nelayan melalui Dinas perikanan dan Kelautan oleh petugas lapangan , yang disampaikan kepada Kementrian ESDM dan kepada pihak penyedia jasa / pelaksana kegiatan pendistribusian Mesin kepada nelayan  penerima manfaat.

Dan ini sudah  jelas menyalahi JUKNIS dan JUKLAK yang menjadi petunjuk  syarat – syarat pengajuan dan pendistribusian bantuan mesin Konversi kepada nelayan penerima manfaat,  yang disampaikan Kadis Sabar jaya Telaumbanua S,pi.M,si (kepada media Tren tvOne  Senin  09 Januari 2023).

Ketika Tim media Melakukan konfirmasi ulang Kamis (12/1/2023 ) ke Dinas Kelautan & perikanan Kabupaten Nias Utara propinsi Sumatera Utara kepada  Kabid Tangkap An.Berkat Gea dan

Staf teknik Ahmad Sabrin Telaumbanua.

Namun Kabid Berkat Gea tidak mau menemui wartawan dan berusaha menghindar ,sekalipun tadinya ada di kantor ( Kamis 12/1/2023), begitu juga saat konfirmasi (Senin 09/1/ 2023 ) Selalu terkesan  berusaha menghindar wartawan . Bahkan dikonfirmasi  melalui WhatsApp pribadinya tetapi tidak dijawab dan tidak dibalas chat sekalipun sudah dilihat dan dibaca olehnya.

Sabrin Telaumbanua sebagai staf teknik tidak dapat memberikan penjelasan terkait yang dipertanyakan dengan berdalih

“maaf pak saya pusing  saya lagi sakit kepala , dan saya tidak dapat memberikan penjelasan atas konfirmasi orang bapak, Sama pak Kabid saja pak ” ucap  Ahmad Sabrin Telaumbanua  kepada Tim media dengan nada cuek.

Adapun yang ingin dikonfirmasi Tim media adalah menindak lanjuti informasi dari Nelayan penerima manfaat bahwa “Sangat  banyak nelayan yang sudah memiliki KTP dan memiliki  kartu KUSUKA tetapi sekalipun sudah pernah didata oleh petugas dilapangan, namun tidak mendapatkan Bantuan Mesin.

Tetapi Masyarakat yang tidak ada Kartu nelayan KUSUKA dan bahkan tidak mempunyai perahu samasekali , mendapat Bantuan mesin tersebut.”

Ya kami sangat dirugikan ucap beberapa nelayan yang tidak mau disebutkan namanya ,tetapi  punya KTP dan kartu nelayan KUSUKA .

Bupati Nias Utara /Pemerintah kabupaten Nias Utara untuk membentuk Tim dan melakukan evaluasi ulang atas data- data pendistribusian bantuan mesin Konversi yang sudah dibagikan kepada nelayan sebanyak 439 orang  karena diduga ” Tidak tepat sasaran.”  Dan berharap kepada kementrian ESDM untuk melakukan cek and balance data- data yang disampaikan oleh dinas Kelautan dan perikanan Nias Utara supaya Bantuan mesin Konversi BBM ke BBG benar – benar tersalurkan sesuai dengan keadaan nelayan yang sebenarnya.

Juga meminta kepada bapak  Bupati Nias Utara Bapak Amizaro Waruwu untuk melakukan teguran keras kepada petugas dan bidang yang menangani  pendataan dan pendistribusian Bantuan mesin Konversi ini , karena hanya gara- gara segelintir oknum dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah pusat dan merusak Visi misi Bupati Nias Utara.

((TZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *