Peran Generasi Milenial Dalam Dunia Politik

by -16 views

Oleh: MochWahyu Nanda Ramadhani
Mahasiswa Program Studi IlmuPemerintahan
Universitas Muhammadiyah Malang

Jejakkasus.info | Pada perkembangan zaman para kaum milenial dituntut untuk memberi perubahan. Sejak dahulu memang anak mudalah yang mampu mewujudkan mimpi-mimpi bangsa kedepannya.

Dengan karakter yang masih orsinil dan tidak mudah terpengaruh mampu memobilisasi energi semangat kaum muda untuk membangun negeri dan menjadi agen perubahan yang bisa mengguncang dunia. Perubahan itu bisa berupa hal baik mapun hal buruk. Tergantung bagaimana kaum milenial berperan aktif dalam dunia politik.

Tahun 2020 menjadi momentum politik yang membutuhkan peran generasi milenial yang cakap media, tanggap, dan kreatif. Langkah-langkah strategis generasi milenial dalam mengisi pesta demokrasi dapat dilakukan dengan beragam cara, misalnya mendorong gerakan anti golput atau kampanye yang positif demi pilkada yang berkualitas.

Generasi milenial menjadi topik yang cukup hangat di berbagai kalangan, mulai dari segi pendidikan, teknologi, politik, maupun moral dan budayanya. Generasi milenial kadang disebut dengan generasi Y, sekelompok orang yang lahir setelah generasi X, yaitu orang yang lahir pada kisaran tahun 1980-2000an. Generasi milenial adalah generasi muda yang berumur 17-37 pada tahun ini dan
generasi milenial dianggap spesial karena memiliki perbedaan yang cukup tajam dengan generasi sebelumnya apalagi dalam hal teknologi.

Generasi milenial memiliki ciri khas tersendiri, mereka lahir pada saat TV sudah berwarna, handphone semakin canggih, serta fasilitas internet yang sudah massif diperkenalkan, sehingga tidak heran jika generasi milenial ini sangat mahir dalam hal teknologi dan infrastruktur, Mereka memiliki banyak peluang untuk bisa berada jauh di depan, dibandingkan generasi sebelumnya.

Selain itu, mampu dan berusaha menjadi bijak terutama dalam menggunakan media sosial dan generasi muda merupakan bagian dari perubahan sosial dari generasi ke generasi.

Hal ini rasanya tidak akan berubah sampai kapanpun, jika melihat karakter psikologis pemuda yang notabene sedang memasuki masa aktif, reaktif, kreatif, dan kritis dalam masa perkembangan sosial manusia. Tentu sudah menjadi sebuah keniscayaan untuk menyematkan sebutan agen perubahan (agent of change) di pundak generasi muda.
Posisi generasi milenial sangat diperhitungkan pada pilkada di berbagai daerah.

Sudah waktunya bagi generasi milenial berkarya untuk negeri. Membuat sesuatu dengan ciri khasnegaranya sendiri. Generasi milenial harus bisa bekerja sama dalam perbedaan, karena Indonesia memiliki keberagaman dan kesatuan demi menjaga keutuhan bangsa dan negara Indonesia.

Generasi melineal adalah bagian dari penentu kemajuan dan keberhasilan demokrasi, baik di tingkat daerah maupun nasional. Kewajiban kaum milenial adalah memegang kendali untuk dunia politik. Bersikap aktif untuk mengkritisi kebijakan pemerintah. Dan generasi milenial tidak boleh berdiam diri dan mengiyakan semua tindakan politik pemerintahan.

Akan tetapi harus dan bahkan wajib mengkritik, salah satu hal penting yang kerap terjadi pada pelaksanaan Pilkada adalah soal perebutan kekuasaan yang bisa melahirkan persaudaraan atau bahkan bisa menimbulkan permusuhan. Keduanya mudah sekali terjadi.

Sekalipun, dalam politik tidak ada baik kawan maupun musuh abadi, semua hal tadi bisa terjadi, tergantung permainan waktu dan kepentingan. Banyak politisi yang semula lawan menjadi kawan politik begitu juga sebaliknya. Sering juga terjadi konflik karena perbedaan pilihan pada para pendukung calon politisi.

Dalam dunia demokrasi, perlu diketahui bahwa perbedaan pendapat atau pilihan merupakan merupakan hal yangtidak mungkin dapat dihindari. Sekalipun sama tujuan, hanya karena berbeda cara, bisa menyebabkan ketidakharmonisan antara satu sebangsa setanah air, Oleh karena itu, kita harus bisa menyikapi perbedaan tersebut dengan baik.

Sekaipun berbeda pilihan, jangan sampai terjadi konflik. Kita harus ikhlas siapapun yang menang, kita berharap bahwa pemimpin yang terpilih kedepannya bisa memberikan perubahan yang baik yang dapat dirasakan oleh seluruh bangsa.

Dalam hal ini, partisipasi politik generasi milenial tentu sangat berpengaruh karena dari persentase jumlah pemilih, generasi milenial menyumbang suara cukup banyak dalam keberlangsungan Pilkada 2020 ini.

Kepentingan elit politik yang secara langsung terlibat dalam penyelenggaraan aktivitas politik, lebih mementingkan kepentingan golongan dan terkesan menghambat keterlibatan pemuda milenial dengan ideologi yang dibawa.

Dari opini ini dapat kita simpulkan bahwa perubahan politik di Indonesia mampu dikembangkan dan ditingkatkan kualitasnya tidak hanya dari peran pemerintah saja melainkan para kaum muda yang menduduki zaman milenial serba canggih dengan teknologi yang ada juga dapat ikut serta menyalurkan ide-ide demi bangsa dan membuat suatu inovasi baru bagi negaranya.

Dengan peran generasi milenial sebagai pemilih yang memiliki sumbangsih terhadap suara hasil pemilihan yang cukup besar, maka posisi generasi milenial menjadi sangat strategis karena generasi milenial mampu membawa dinamika politik yang sehat dan dinamis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *