Peringati Tragedi Gerbong Maut Dan Hari Jadi Kota Bondowoso Ke-203

Berita – Jejakkasus.info | Bondowoso – Dalam acara tersebut ribuan warga memadati  Alun-alun RBA Ki Ronggo, mereka menyaksikan drama tari dan kolosal yang dipertontonkan. Uniknya, penampilan tersebut menceritakan sejarah perjuangan yang ada di Bondowoso. Rabu (23/112022) malam.

Termasuk perjuangan Raden Bagus Asra saat membabat Kota Tape, hingga terjadinya tragedi berdarah Gerbong Maut pada 1947 silam. Suasana hening dan sesekali tepukan tangan dari penonton, mengiringi pagelaran yang dikemas dengan tema “Bendebesah Delem Carétah” ini. Setiap alur cerita, diperagakan oleh para siswa hingga anggota sanggar seni.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Mulyadi menuturkan sebagai generasi penerus bangsa, maka wajib hukumnya untuk menghargai jasa para pahlawan terdahulu. Pertunjukan ini dianggap sebagai salah satu diantaranya. Mengingat banyak siswa yang ikut terlibat didalamnya. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya, “jelasnya.

Ternyata pertunjukan ini juga merupakan hari jadi Bondowoso yang ke 203. Serta peringatan Tragedi Gerbong Maut, 75 tahun silam. Oleh sebab itu, jumlah penari dan pemain kolosal disesuaikan dengan jumlah tahun berdirinya Kota Tape. Begitu juga dengan jumlah pengiring lagu dan lain sebagainya, juga berjumlah 75 orang. “Ini diikuti oleh siswa SD, SMP, hingga SMA yang tersebar di seluruh Kabupaten Bondowoso, “terangnya.

Mulyadi juga berharap untuk tahun-tahun berikutnya, akan ada event lebih banyak lagi. Karena dengan demikian, juga dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat. “Ada banyak UMKM yang bisa terlibat didalamnya, “paparnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat menuturkan, salah satu peristiwa yang harus diperingati adalah Tragedi Gerbong Maut. Dimana para pejuang harus meninggal dunia di dalam gerbong kereta, ketika akan dipindahkan dari Lapas Bondowoso menuju Lapas di Surabaya. “pertunjukan seni drama ini agar para generasi muda mengetahui sejarah dari para pahlawan di daerahnya sendiri, “pungkasnya. (yus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *