Pernyataan Sikap Mintaria Gea Dicopot Sebagai Kasek SMAN 3 Gunungsitoli

“Kacabdis Gunungsitoli Bukan Solusi Bagi Bawahan”

Gunung Sitoli I Jejakkasus.info – Pencopotan Mintaria Gea, S.Pd, sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Gunungsitoli pada tanggal 20 Juli 2022 oleh Kacabdis Gunungsitoli Provinsi Sumut, Waozaro Hulu, S.Pd., MIP, menuai polemik tidak Profesional, Jumat (26/08/2022)

Hal ini disampaikan Mintaria Gea, S.Pd, saat ditemui dikediamannya, Kamis (25/08/2022), merasa Dizolimi dicopot sebagai Kasek SMA Negeri 3 Gunungsitoli dan ditempatkan di Sekolah yang sama tanpa Kacabdis Waozaro Hulu, S.Pd., MIP, memberikan keterangan SPT penempatan baru. Saya sudah menanyakan di Medan kepada Ajudan Kepala Dinas Provinsi Sumatera Utara An. Ibu Eka tetapi Beliau tidak mengetahui dan belum ada Informasi Administrasi perpindahan/pengalihan Jabatan Sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Gunungsitoli menjadi Guru biasa disekolah yang sama,” Ucap Mintaria Gea.

Saya telah menyampaikan (Surat Pernyataan Sikap) Kepada Kepala Dinas Provinsi Sumatera Utara.
Dengan Uraian menyampaikan pernyataan sikap perihal Pengayoman yang diberikan selama ini oleh Bapak Kacabdis Gunungsitoli An.Waozaro Hulu, S.Pd ., MIP selama saya Menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMAN 3 Gunungsitoli hingga terakhir diberhentikan dan menjadi Guru di lokasi yang sama. Saya terangkat menjadi Kepala Sekolah semenjak 2016 bulan Agustus, yang dilantik oleh Bapak Walikota dan ditempatkan di SMAN 3 Gunungsitoli. Semenjak itu saya menjalankan Tugas sesuai amanah yang diberikan kepada saya, Selanjutnya sejak tahun 2017 seluruh SMA/SMK dialihkan menjadi ASN Provinsi dan tahun 2018 seluruh Kepala Sekolah SMA/SMK akan dilantik Gubernur, maka saya mendapat kesempatan dilantik dan dikukuhkan kembali untuk diberi Tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah di SMAN 3 Gunungsitoli tanpa ada Kolusi dan Nepotisme.

Kurang lebih 4 tahun dibawah Bimbingan Kacabdis Gunungsitoli Drs Gatimbowo Lase, MM, saya secara pribadi merasa puas dan bangga karena sebagai orangtua Beliau mampu mengarahkan, memberi semangat dan Mengayomi kami untuk mewujudkan Sekolah yang mumpuni di Gunungsitoli. Adapun beberapa Prestasi yang kami dapatkan yaitu menjadi Sekolah Adiwiyata Provinsi hingga sekarang, tidak adanya lagi tawuran antar Sekolah dimana sebelumnya sering terjadi, Petugas Paskibraka Provinsi yang diakui, serta SMPTN yang jumlahnya sering terus bertambah setiap tahunnya, untuk tahun ini berjumlah 41 orang. Semua hal ini tidak terlepas dari dukungan Pimpinan kami dulu Bapak Gatimbowo Lase, seluruh Tata Usaha, para Guru dan antusias Belajar para Siswa.

Pada tanggal 8 Maret 2021 ada pergantian Kacabdis Gunungsitoli yang dijabat Bapak Waozaro Hulu, S.Pd., MIP, saya sebagai bawahan menghadap dan melapor kepada Cabang untuk sekaligus memperkenalkan diri kepada Beliau. Berikutnya pada bulan April 2021 mengenai informasi kedatangan Gubernur ke Pulau Nias, kami beberapa Kepala Sekolah SMA/SMK dikumpulkan oleh Bapak Kacabdis untuk membahas hal dalam menyambut kedatangan Beliau dan saya dihunjuk untuk mempersiapkan baju (rompi nias) untuk souvenir kepada Gubernur. Selang kedatangan Gubernur ternyata rompi tersebut tidak jadi diberikan, akan tetapi Bapak Kacabdis menjatuhkan Kredibilitas mempermalukan saya ditengah Umum tepatnya di Rumah Makan Daerah Ulugawo dimana disaat itu ada banyak para Kepala Sekolah SMA/SMK, para Guru serta Kasi posisi sedang makan bersama. Beliau marah dengan suara keras ditengah kerumunan sembari mengatakan “akan mengganti uang pembelian rompi yang sudah saya siapkan sambil Beliau menepuk-nepuk kantongnya”. Terus terang disaat itu jiwa saya merasa sangat tergoncang apalagi saya tidak tau sebab musabab terjadinya kemarahan Beliau, namun saya mencoba menunggu hingga Beliau selesai makan dengan maksud mengajak beliau berdiskusi mengenai tersebut, akan tetapi tidak diberikan kesempatan.

Pada bulan berikutnya, Bapak Kacabdis kembali berkunjung ke SMAN 3 Gunungsitoli dan langsung keliling lingkungan Sekolah. Kami yang melihat langsung menjumpai beliau dengan tujuan mendampinginya, namun langkah kami terhenti karena Beliau bergerak terlalu cepat-cepat tanpa menghiraukan kami, pun demikian ketika kami mengajak dan meminta beliau agar singgah sejenak ke Kantor untuk duduk, tapi Beliau kembali tidak menghiraukan, bahkan seolah-olah sedang mencari kesalahan yang ada dilingkungan SMAN 3 Gunungsitoli. Misalnya dengan dokumentasikan tong sampah yang sudah tergeletak dan kebersihan lingkungan, padahal disaat itu Siswa sedang istirahat dan baru saja dimulai luring sehingga wajarlah jika ada kekurangan dikala itu. Hasil dokumentasi Beliau kemudian dikirimkan kepada Bendahara di SMAN 3 Gunungsitoli dan Beliau mendikte bahkan mengancam bahwa saya akan dipenjarakan karena sikap dan ketidak benaran saya. Perihal itu, saya secara pribadi merasa tertekan akan tindakan yang dilakukan oleh Bapak Kacabdis dimana yang seharusnya sebagai Pimpinan Beliau seharusnya memanggil saya jika ada kesalahan dan mengayomi kami para Kepala Sekolah serta memberikan solusi bila ada kelemahan.

Selanjutnya Bapak Kacabdis kembali melakukan Intimidasi kepada saya berturut-turut dimulai dari awal tahun ajaran baru bulan Juli 2022, dimana Beliau bertindak sebagai pembina Upacara pada amanahnya berkata “akan segera mengganti Kepala Sekolah disini sehingga ada perubahan di SMAN 3 Gunungsitoli dan pergantian itu akan terjadi dalam Minggu ini dengan secepatnya ” pernyataan Beliau tersebut berulang kali disebutkan pada Pidatonya ditengah para Siswa/i dan Bapak/Ibu Guru sehingga menciderai hati saya yang kala itu ikut Upacara. Saya pun bertanya dalam hati apakah sudah ada SK yang dikonsep terlebih dahulu sehingga Beliau mampu dengan lugas menyampaikan hal tersebut ditengah forum/mimbar dan disaksikan oleh seluruh elemen Sekolah. Akhirnya selesai Upacara saya mengajak Beliau untuk singgah ke ruangan saya dengan tujuan menyampaikan keluh kesah dan curhatan sekaligus ingin menanyakan apakah ada kesalahan yang fatal yang saya lakukan, namun lagi-lagi Bapak Kacabdis menolak untuk berdiskusi dengan saya secara pribadi.

Lebih lanjut, pada tanggal 19 Juli, notifikasi masuk di WA pribadi saya yang isinya menyatakan bahwa ada Sertijab esok hari yang akan dilakukan di SMAN 3 Gunungsitoli. Saya terkejut karena posisi hari itu sudah sore dan saya belum di informasikan lebih awal apa kira-kira yang perlu saya siapkan. Baik admistrasi dan lainnya, karena Beliau mengundang seluruh Guru SMAN 3 Gunungsiti, serta Kepala Sekolah SMA/SMK Se-Kota Gunungsitoli untuk hadir diacara tersebut. Tiba pada harinya 20 Juli 2022, Sertijab dilakukan dan banyak arahan Beliau yang seakan-akan selalu mengintervensi dan melemahkan jiwa saya dikala itu. Terus terang sebagai Manusia saya tidak mampu karena hal tersebut dilakukan Beliau ditengah rapat Sertijab dan dihadiri oleh Komite, seluruh Guru SMAN 3 Gunungsitoli, serta Kepala Sekolah SMA/SMK Se-Kota Gunungsitoli. Terakhir, hari Senin, 25 Juli 2022 kembali masuk surat dari Dinas bahwa akan ada Verifikasi besok di hari Selasa. Saya dan Tim menyiapkan seluruh Administrasi, dokumen dan seluruh berkas yang dimintakan sesuai surat yang masuk ke Sekolah. Selanjutnya tiba di hari Selasa (esok harinya), Verifikasi dilakukan dilakukan mulai pukul 09.00-18.00 wib, yang dimana menurut saya hal yang dilakukan itu bukanlah lagi Verifikasi namun Audit, karena mereka mengecek dan mendokumentasikan seluruh keberadaan ember, sapu, pot bunga, dll, hingga mereka memanggil OSIS untuk menanyakan kebenaran tentang Dana yang telah mereka gunakan, dimana hal tersebut sangat tidak masuk akal saya seakan-akan saya di Intimidasi dengan berusaha mencari kesalahan saya.

Bahkan saya menanyakan kepada Tim Verifikasi, apakah ini Audit atau seperti apa? Jika ini Audit adakah suratnya?. Sebab seyogyanya saya sudah pernah di Audit oleh BPK/Inspektorat namun tidak begini gaya dan sikapnya, sehingga jiwa saya menjadi terganggu akan sikap penekanan dan tindakan Bapak Kacabdis Kota Gunungsitoli, apalagi Beliau berkata Verifikasi ini belum selesai dan berlanjut di hari Jumat 29 Juli 2022 hingga waktu yang tidak dapat ditentukan sedangkan narasi di surat hanya hari Selasa.

Oleh karena itu, Saya memohon kepada Bapak Kepala Dinas Provinsi Sumatera Utara sebagai orangtua saya untuk membantu dan menyelamatkan Jiwa saya yang semakin hari semakin terganggu atas tindakan Bapak Kacabdis kepada saya. Secara pribadi saya tidak menjadi masalah jika diberhentikan menjadi Kepala Sekolah karena memang Jabatan itu adalah Anugrah tidak sepatutnya menjadi hak milik selamanya, namun Intervensi dan penekanan yang dilakukan itu yang membuat Jiwa dan Mental saya sangat terganggu. Disamping itu juga kiranya Kepala Dinas Provinsi Sumatera Utara membantu Proses penyelesaian permohonan pensiun saya yang diajukan 16 Juni 2022 namun belum diusulkan/belum diinput secara Online. Saya juga selalu berkordinasi jika seandainya ada kekurangan Administrasi atau kendala pengusulan tersebut, namun hasilnya nihil.

Maka melalui surat pernyataan ini izinkanlah saya untuk memohon kiranya agar Bapak Kepala Dinas Sumatera Utara membantu membina dan mengarahkan saya demi kenyamanan saya dalam hal mengabdi di Sekolah selama 10 bulan kedepan selang menuju Pensiun.” Harapan saya Mintaria Gea, S.Pd. (TZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *