Petani Merugi Cabe Rawit Anjlok Sebesar Rp.6000/kg

by -877 views

Jejakkasus.info | Kabupaten Jombang -, Kepada Jejakkasus.info Petani Cabai yang berada di Desa Kendalsari tersebut mengaku resah karena anjloknya harga cabai sehingga membuat para petani mengalami kerugian yang sangat besar.

Foto Shreria : Harga cabai rawit di Desa Kendalsari Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang, terpantau anjlok.

Harga cabai sekarang menurun sekitar 50 persen dibanding harga tahun kemarin, yakni sebesar Rp 6000 per kilogram. Hermin mengatakan, para petani mengeluh dengan turunnya harga cabai rawit itu, terangnya.

Menurut Bu Hermin “petani petani disini merasa resah semua karena untuk biaya menanam lagi tidak cukup, balik modalnya tidak ada”.
“Saya minta dinaikan, jangan segini karena pupuknya selalu naik tidak pernah turun, namun saat panen harga cabai malah turun. Kalau bisa harga cabai dinaikan, rata-rata Rp.15.000 – 18000 per kilogramya, hitung-hitung cukup untuk biaya sawah dan preman”, tutur Bu Hermin.

Pasalnya jika dikalkulasikan dengan biaya perawatan, hasil panen yang diperoleh tidak seimbang. Di mana untuk 1 hektar lahan cabai saja, petani harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk membuat benih cabai, merawat sawah, hingga mempekerjakan preman saat panen.
Atas kondisi turunnya harga saat ini, Bu Hermin menyebut petani merugi.
“Harga saat ini turun mas, jangankan untuk balik modal, untung saja petani gak bisa dapat,”katanya, Sabtu (02/02/19).

Bu hermin menjelaskan, turunnya harga cabai saat ini dipicu oleh melimpahnya stok cabai di pasaran. Dan untuk kualitas sendiri, rata-rata hasil panen cabai petani berkualitas baik.

Jika panen berlangsung baik maka cabai yang disetor ke pembeli berkisar 1-2 Kwintal, namun jika panen cabai kurang baik maka cabai yang disetor berkisar 50 kilogram.

Penulis : Sherina Puspa Yunita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *