Petani Singkong Adukan Nasib Di Hadapan Wakil Rakyat

Lampung Tengah,Jejakkasus.Info-Perwakilan petani singkong mendatangi Komisi II DPRD Lampung Tengah, Adukan minimnya hasil panen dan kelangkaan pupuk bersubsidi, Senin 09 Januari 2023.

Kesejahteraan petani singkong di Lamteng, semakin hari semakin terancam. Butuh tangan besi dan kebijakan yang berpihak untuk mengangkat kesejahteraan para petani singkong.

Naik nya Bahan Bakar Minyak (BBM) berapa waktu lalu, semakin memperburuk keadaan. Pasalnya biaya perawatan sampai upah angkut saat panen turut melambung tinggi.

Diperparah, pupuk subsidi untuk tanaman singkong ditiadakan pemeritahan. Sungguh histeris nasib petani singkong.

Menindaklanjuti hal tersebut, Komisi II DPRD Lamteng (Lampung Tengah) lakukan hearing bersama perwakilan Asosiasi petani singkong Lamteng dan perwakilan Perusahaan Tapioka.

Hearing dilakukan di ruang rapat 1 dan dipimpin oleh Bahroji selaku ketua komisi II DPRD Lamteng beserta 4 anggota komisi II lainnya.

“Disini kami menyuarakan jeritan hati nasib kami petani singkong di Lamteng. Potongan atau rafaksi yang cukuk tinggi, kalau kondisi ini dibiarkan mau jadi apa petani,” Jelas Kurniawan.

Tidak semuanya petani memiliki lahan, Kata Kurniawan, Dengan sewa tanah per hektare sudah berkisar 6 juta lebih di perparah harga singkong tidak menentu dan pupuk langka.

“Sewa 6 juta, Biaya perawatan 8 juta lebih. Dengan harga singkong saat ini yang berkisar Rp 1210 dengan potongan 27 persen yo tipis hasilnya mas,”kata Kurniawan.

Dasrul Aswin selaku pengurus Asosiasi petani singkong Lamteng menyampaikan keluhan yang saat ini seluruh petani singkong yang ada di Kabupaten Lampung Tengah, merasa dirugikan oleh pihak perusahaan.

Sebab, mengingat para petani singkong saat ini sudah tidak lagi menerima pupuk subsidi dari pemerintah. Pihak perusahaanpun masih bermain harga beli hasil panen petani dengan membesarkan rafaksi/potongan harga.

“Dari harga Rp. 1.210 perkilo dengan potongan atau repaksi sebesar 27%, belum sekarang harga pupuk mahal karena subsidi sudah tidak lagi, Dimana lagi keuntungan yang kami para petani ini bisa ambil,” Ungkap Dasrul.

Menyikapi aspirasi para petani Ubi Kayu, Ketua Komisi II DPRD Lamteng mengatakan, pihaknya selaku wakil rakyat akan sesegera mungkin memanggil pihak perusahaan-perusahaan tapioka.

Menurutnya, permasalahan harga singkong ini selalu terjadi disetiap tahunnya, dan selalu terkendala dengan tidak proaktifnya komunikasi dari sejumlah perusahaan yang selalu mangkir dari panggilan DPRD Lamteng.

“Dalam waktu dekat akan kita panggil seluruh perusahaan tapioka tidak terkecuali satupun, dan apabila mereka tidak mengindahkan panggilan kita. Jangan salahkan apabila nantinya kami (anggota DPRD Lampung Tengah) bersama petani yang mendatangi perusahaan-perusahaan itu,” tegas Bahroji.(Darwis/Bambang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *