Polbangtan Malang bersama Anggota DPR RI Gelar Bimtek

oleh -1374 Dilihat

Jombang l Jejakkasus.info – Upaya-upaya untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian terus dilakukan salah satu faktor paling penting dalam peningkatan produktivitas adalah pengenbangan sumber daya manusia pertanian itu sendiri. Menyadari hal itu, Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang) bersinergi dengan Komisi IV DPR RI menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh di berbagai daerah, salah satunya di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Digelar di Hall Hotel Fatma, Kamis (30/06/2022) bimtek ini dihadiri oleh 100 penyuluh pertanian dari Kabupaten Jombang dengan mengangkat tema Personal Branding Penyuluh Pertanian.

Kegiatan ini dibuka oleh anggota Komisi IV DPR RI Ema Umiyyatul Chusnah> Hadir pula Ugik Rohmadi mewakili Direktur Polbangtan Malang dan Kepala Dinas Pertanian Jombang Much. Rony.

Dalam sambutannya, Ema menyampaikan bahwa kegiatan bimbingan teknis ini adalah murni untuk peningkatan kapasitas penyuluh di seluruh Kabupaten Jombang. Dia mengatakan Komisi IV DPR-RI dan Kementerian Pertanian telah melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Dia mencontohkan di Polbangtan Malang telah didirikan kawasan buah kelengkeng dan kawasan buah jeruk. untuk tahun 2023, kata dia, akan memberikan bantuan untuk pengembangan Pisang Cavendis di Desa Peterongan, Jombang, dengan jumlah 10 ribu batang pohon pisang.

“Kami berharap para penyuluh kabupaten Jombang bisa mendampingi petani melalui koordinasi yang baik,” ujar Ema berpesan.

Rony menambahkan saat ini ada dua program yang sedang dilakukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Jombang yaitu mengembalikan peran dan fungsi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai homebase dan klinik agribisnis bagi petani dan penyuluh dimana mereka bisa berbagi informasi terkini dibidang pertanian. Program kedua yaitu pendampingan kepada petani secara intens dan berkelanjutan melalui metode-metode dan teknologi terkini.

“Semangat pertanian dari penyuluh diharapkan bisa menular ke seluruh insan usaha tani,” ujar Rony.

Sementara itu Ugik Rohmadi menuturkan bahwa kegiatan bimtek ini harus memiliki persepsi yang sama yaitu Komisi IV DPR RI adalah mitra kerja Kementerian Pertanian dengan tujuan untuk memajukan sektor pertanian. Ugik menyebut data jumlah orang yang bekerja di sektor pertanian hanya 33 juta orang atau sekitar 12%, dengan setiap tahunnya mengalami penurunan.

“Keberlanjutan penyuluh menjadi lini utama pertanian, permasalah di lapangan sangat luar biasa namun yang menjadi motor penawar solusi adalah penyuluh di lapangan,” kata Ugik.

Terdapat dua materi yang disampaikan oleh narasumber dalam bimtek ini. Materi pertama tentang Branding Personal Penyuluh Pertanian yang disampaikan oleh Koordinator Kelompok Kelembagaan Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP kementerian Pertanian, I Wayan Ediana.

Dia menyampaikan bahwa Branding Personal Penyuluh Pertanian adalah seni membentuk persepsi orang lain terhadap diri dengan memperkuat jati diri dengan tujuan untuk menciptakan mempromosikan dan mempertahankan kesan positif tentang diri yang dibangun dari kombinasi keterampilan tertentu

Lebih lanjut dia menyampaikan membangun branding menyangkut dua hal yaitu performance diri dan pengetahuan atau kemampuan yang relevan dengan tugas. Alasan perlu dilakukannya personal branding yaitu untuk memperluas kesempatan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Di dalam kita membranding diri, kita harus memehamami kompetensi diri yang kita miliki, caranya dengan mengacu ke SKKNI Nasional. Sehingga SKKNI ini menjadi acuan dalam melakukan branding diri,” ujarnya.

Materi kedua disampaikan oleh Ketua UPPM Polbangtan Malang, Suhirmanto yaitu tentang visi dan misi penyuluh yang mengacu ke SKKNI dan Perpres Nomor 43 Tahun 2013. Dia menjelaskan bahwa manfaat standar kompentensi yaitu untuk pengembangan diri, interakasi social budaya dan penyelenggaraan penyuluh pertanian.

Lebih lanjut dia memaparkan bahwa untuk mengukur branding diri harus mengadakan evaluasi penyuluh, sehingga manghasilkan tolak ukur kemampuan dalam membranding diri. Arah penyuluh pertanian tahap sekarang ini akan mengacu ke Perpres nomor 35 tahun 2022.

Kegiatan bimtek petani dan penyuluh tersebut sejalan dengan seruan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa penyuluh andal akan meningkatkan produktivitas pertanian, lantaran peran pentingnya mendampingi dan mengawal petani.

“Masyarakat harus bersyukur karena Indonesia tetap mampu menjaga ketahanan pangan dalam negeri di saat banyak negara menguras devisa demi mengimpor bahan pangan selama pandemi,” katanya.

Hal itu digarisbawahi pula oleh Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi bahwa kunci sukses pembangunan pertanian adalah peningkatan produktivitas, yang berada di tangan petani dan penyuluh.

Menurutnya, BPPSDMP Kementan terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas SDM melalui melalui peningkatan kompetensi teknis, manajerial dan sosiokultural. “Siapa SDM pertanian itu? Ya petani, penyuluh, petani milenial, poktan, juga gapoktan. Kami siap genjot produktivitas melalui program-program pertanian,” kata Dedi Nursyam

Aan jk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.