PPTK: Jika Tidak Sesuai RAB, Bangunan Harus Dibongkar

Kaur l Jejakkasus.info – Pembangunan toilet (Jamban) beserta sanitasi SD N 50 Kaur yang dibiayai melalui dana DAK Dinas Pendidikan Kabupaten Kaur tahun 2022 diduga sarat penyimpangan.

Dugaan itu dapat dilihat dari pekerjaan kontruksi cor kolom parktis dan cor kolom tiang pada bangun yang menggunakan besi dengan dimeter bervariasi yaitu besi 6, 8 dan 10.

Selain itu, juga terdapat ukuran jarak antar cicin pada tiang cor dengan menggunakan besi diameter 6 lebih dari 15 cm.

Terkait hal tersebut diatas, Kepala Bidang Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Kaur Muslim S.Pd saat dimintai tanggapan seputaran kegiatan pembangun mengaku tidak begitu paham soal teknis serya mengarahkan media ini untuk konfirmasi langsung ke PPTK kegitan.

“Saya kurang begitu paham soal teknis, namun satiap kita melakukan pengawasan kelapangan kami selalu ingatkan pihak kontraktor agar pekerjaan harus sesuai dengan RAB dan gambar”, ujarnya.

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan PPTK Tatan Herawan S.Pd saat dikonfirmasi diruang kerjanya mengatakan bahwa pemakaian besi dalam pembangunan melalui dana DAK tahun 2022 ini yaitu diameter 6 dan 10, dengan rincian penggunaan besi 6 untuk cincin dan besi 10 untuk batangan tiang.

“Untuk pemakaian besi mulai dari pekerjaan slob ring balok maupun cor kolom itu dalam RAB menggunakan besi 6 dan 10, yang kegunaannya besi 6 untuk cincin sedangkan besi10 untuk tiang, jika ada yang menggunakan besi 8 itu jelas tidak sesuai dengan RAB, dan harus diganti”, ucap Tatan Herawan S.Pd.

Dan menyikapi pembangunan toilet SD N 50 Kaur, tatan mengaku akan memerintahkan pihak konsultan pengawas untuk melakukan pengecikan dilapangan jika betul terbukti harus di perbaiki pungkasnya.

Iwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *