Prajurit ksatria perkasa yonkapa 2 marinir pasmar 2 laksanakan latihan petunjuk baris berbaris kavaleri (PBB kavaleri)

oleh -33 views

Jejakkasus.Info|Suarabaya – Dispen kormar (Surabaya). Guna terpeliharanya naluri dan insting setiap prajurit pengawak Kendaraan Tempur (Ranpur), Prajurit Ksatria Perkasa Batalyon Kapa 2 Marinir Pasmar 2 laksanakan Latihan Petunjuk Baris Berbaris Kavaleri (PBB Kavaleri) di Lapangan Garase Ranpur Yonkapa 2 Mar, Ujung Surabaya. Kamis (14/01/2021).

Kendaraan tempur di jajaran Kavaleri Korps Marinir TNI AL umumnya adalah kendaraan lapis baja beroda rantai maupun roda ban. Merupakan kendaraan tempur yang sangat terbatas pandangannya dari dalam Ranpur oleh seorang pengemudi, Maka dari itu Petunjuk Baris Berbaris Kavaleri adalah sarana komunikasi antara pengawak Ranpur (pengemudi) dengan Komandan Kendaraan (Danran) dalam hal pemberiaan aba-aba, berupa isyarat lengan dan tangan supaya lebih mudah serta dapat dilaksanakan secara bersama-sama dalam memanuverkan kendaraan tempur yang diawakinya.

Danyon Kapa 2 Mar Mayor Marinir Yudha Fahruliyan, SH., M.Tr. Opsla, menyampaikan bising deru mesin, banyaknya personel yang diangkut dan jarak antar Ranpur yang jauh saat bergerak serta untuk menghindari tabrakan saat memanuverkan Ranpur Kapa K61 maupun Ranpur PTS, tidak mungkin seorang Komandan menyampaikan perintah kepada anggota secara satu persatu. Tetapi dengan menggunakan aba-aba isyarat berupa gerakan lengan dan tangan maka akan dapat mengurangi atau mengatasi permasalahan tersebut, maka dari itu seseorang prajurit pengawak kendaraan tempur harus paham dan hafal tentang Petunjuk Baris Berbaris Kavaleri, aba-aba isyarat berupa gerakan lengan dan tangan yang akan digunakan untuk menyampaikan perintah atau pemberitahuan.

“Manfaatkan waktu sebaik mungkin, serap dan pahami ilmu yang di dapat guna bekal kedepannya untuk melaksanakan tugas-tugas yang diemban sebagai pengawak kendaraan tempur, selama kegiatan tetap laksanakan prosedur protokol kesehatan pencegahan dan penanganan penyebaran wabah Covid-19.” Pungkasnya.(Budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *