Prihatin dengan Harga Kopra Mahasiswa Maluku Gelar Unras

by -485 views

 

www.jejakkasus.info | Bandung, Jawa Barat, Elemen Mahasiswa Maluku – Maluku Utara, (Malut) melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung sate kota Bandung Provinsi Jawa Barat pada Kamis, (06/12) akibat Prihatin dengan Harga Kopra yang dinilai Kurang Kayak ditengah Perekonomian yang semakin sulit. Dalam Orasi nya Mahasiswa menyampaikan bahwa Bumi air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan di pergunakan untuk sebesar besarnya kemakmuran rakyat.

Dalam orasinya Reza Buang selaku koordinator lapangan Suara Koalisi Perjuangan Rakyat (Suara Kopra Maluku-Maluku Utara) menyampaikan bahwa Nilai jual kopra dari tahun ke tahun seolah memberi sebuah tekanan buruk dan tentu saja berdampak pada sekian juta petani kopra di Maluku dan Maluku Utara. Harga kopra pada tahun ini berkisar Rp 6.000 – Rp 7.000 dan Rp 8.000 per kilo padahal pada tahun lalu harga kopra sampai berkisar Rp 11.000 per kilo hal ini adalah kisah harga kopra untuk wilayah Jawa dan sekitarnya”.

Masih kata Reza Buang, Sedangkan Harga jual kopra saat ini di Maluku dan Maluku Utara sampai berkisar Rp 2500 per kilo. Padahal sejak Orde Lama Hasil Alam Kopra ini sudah hadir sebagai produk unggulan Indonesia, hal ini terungkap dalam Peraturan Presiden No. 11 Tahun 1963 tentang hasil alam Kopra. Tetapi semua berubah saat Orde Baru pada tahun 1970-an mulai melancarkan politik Sawi Indonesia dengan munculnya Perkebunan Sawi Nasional (PBSN) alih-alih menjalankan Perpres 11/13. Tak heran jika hasil alam berupa Kopra dan lainya hari ini tampak jelas di abaikan oleh pemerintah” Ujarnya.

Adapun Tuntutan Massa yakni Tindakan tegas yang harus diambil pemerintah Indonesia adalah segera membuat regulasi kusus yang memberikan perlindungan pada petani kopra serta kembalikan kejayaan Kopra sebagai produk unggulan Indonesia. Selain itu mereka juga Meminta Kepada Pemerintah RI dalam hal Ini Presiden Joko Widodo untuk secepatnya menaikan harga kopra. Selanjutnya massa juga meminta pemerintah untuk menyiapkan Regulasi Iklim Kopra di Maluku dan Maluku Utara, Mengancam tindakan represif aparat kepolisian dan premanisme terhadap masa aksi Tobelo dan Ternate, Menuntut Kapolri untuk copot Kapolda Maluku Utara, juga Pemerintah harus naikan harga kopra Rp. 10.000 per kilo, dan terakhir Cabut izin perkebunan kelapa sawit di Maluku-Maluku Utara, Jika pemerintah tidak mengindahkan tuntutan kami, maka kami akan boikot Pilpres 2019 Maluku dan Maluku Utara” pungkas Reza Buang, Koordinator Lapangan Suara Koalisi Perjuangan Rakyat (Suara Kopra Mal-Malut) Mahasiswa Maluku – Maluku Utara.

Pantau Media ini dilapangan Aksi Berlangsung Kondusif walaupun ada Atraksi Daerah dan Pembakaran Ban namun masih dalam Pengawalan Pihak Kepolisian Daerah Jawa Barat (Erpan/Kh/Rls).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *