Proyek pembangunan MCK kombinasi dengan IPAL Komunal Kelurahan Banjarsari Kecamatan Glagah

by -127 views

Banyuawangi | Jejakkasus.info -, Proyek pembangunan MCK kombinasi dengan IPAL Komunal Kelurahan Banjarsari Kecamatan Glagah Banyuwangi tahun anggaran 2017 sampai sekarang belum kunjung selesai.

Kabupaten Banyuwangi melaksanakan Proyek Pembangunan MCK kombinasi IPAL Komunal, gana untuk kenyamanan Masyarakat akan tetapi hal tersebut tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Pembangunan MCK kombinasi IPAL Komunal tersebut pada tahun anggaran 2017 sebanyak 6 titik yang terletak di seluruh daerah Kabupaten Banyuwangi, dari enam titik tersebut tidak ada yang selesai alias manhkrak, salah satu contoh di Kelurahan Banjarsari Kecamatan Glagah yang telah tertera pada foto diatas merupakan salah satu bentuk fisik bangunan yang tak kunjung selesai.

Pagu anggaran yang terpampang di papan nama proyek masing masing titik sebesar Rp. 388.000.000,- ( Tiga ratus delapan puluh delapan juta rupiah ). Pada tahun 2017 BPKAD Kabupaten Banyuwangi mengucurkan dana untuk proyek tersebut sebesar Rp. 110.000.000,- ( Seratus sepuluh juta rupaih ) per titik, hal ini yang dipertanyakan oleh LSM SOMASI yang di ketuai oleh SUPARMIN SH.

Ketua Pokmas SUMBER KELAPA kelurahan Banjarsari saat dikonfirmasi mengatakan bahwa” Proyek MCK kombinasi IPAL komunal ini pegajuan proposal kepada pemerintah pusat pada tahun 2014, kemudian dilaksanakan tahun 2017 yang diserahkan kepada masing masing pokmas sebanyak 6 titik di seluruh daerah Kabupaten Banyuwangi yang pelaksanaannya di bawah pengawasan DPU CIPTA KARYA DAN PENATAAN RUANG Banyuwangi. Pada tahun 2017 sudah cair sebesar Rp. 110.000.000,- ( Seratus sepuluh juta rupiah ) per titik sebanyak enam titik, sehingga menyebabkan bangunan mangkrak dan untuk bayar tukang serta masinh banyak tanggungan kepada toko bangunan yang belum terselesaikan, pada tahun 2018 dari BPKAD dicairkan lagi untuk Pokmas Sumber kelapa sebesar Rp. 120.000.000,- ( Seratus dua puluh juta rupiah ) menurut informasi dari ketua pokmas yang lain pencairannya tidak sama yaitu sesuai progres fisik Bangunan. Masyarakat menyayangkan hal ini bisa sampai mangkrak hanya buang buang anggaran apabila tidak segera terselesaikan untung bangunan yang lama tidak dibongkar juga, kalau dibongkar tidak dapat dibanyangkan, karena itu merupakan fasilitas umum yang digunakan Masyarakat sini kami berharap agar pembangunan ini segera terselesaikan sehingga Masyarakat bisa menikmatinya,” harapnya.

LSM SOMASI mempertanyakan kepada BPKAD terkait pencairan dana MCK kombinasi IPAL komunal membenarkan bahwa pencairannya untuk tahun anggaran 2018 maaing maaing pokmas tidak sama yaitu sesuai dengan progres fisik bangunan dan sesuai dengan pengajuan SKPD terkait, untuk selanjutnya akan diambil alih oleh SKPD terkait untuk menyelesaikan proyek pembangunan tersebut.( Tiem )……..Bersambung….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *