Proyek Peningkatan Jalan Wonoplintahan- Jedongcangkring diduga tak sesuai Juknis.

Sidoarjo | Jejakkasus.info Jalan desa yang dapat dikategorikan sebagai jalan dengan fungsi lokal di daerah pedesaan sebagai penghubung antar lokasi, memperlancar hubungan dan Komunikasi dengan tempat lain serta menigkatkan Pelayanan Sosial, termasuk Kesehatan, Pendidikan dan Perekonomian.

Salah satunya ruas Jalan wonoplintahan-jedongcangkring yang saat ini sedang diperbaiki sarana Infrastruktur peningkatan Jalan Daerah, Masyarakat sangat Senang karena Jalan lingkungannya telah di perbaiki dengan menggunakan anggaran bersumber dari dan APBD Kabupaten Sidoarjo.

proyek APBD kabupaten Sidoarjo 2024. pekerjaan peningkatan jalan wonoplintahan- jedongcangkring (LJT). Kecamatan prambon kabupaten Sidoarjo, dikerjakan cv. Barokhah risqi dengan nilai anggaran, Rp. 11.716.816.969,40
APBD 2024.
masa pekerjaan 150 hari kalender.
Hasil pantauan awak media dilokasi pekerjaan pemasangan TPT(tembok penahan tanah). terlihat jelas tidak sesuai Juknis, di ketahui pada pemasangan batu pada pekerjaan TPT terlihat jelas, ada air mengalir menggenang pada cor beton lantai dasar titik pemasangan batu terlihat jelas tak ada proses Dewatering pada saat pemasangan batu, dan adukan semen yang dituangkan pada saat pemasangan bercampur air, karena dapat mungurangi kwalitas perekat pada saat proses pemasangan.

pada tahap pemasangan tembok penahan tanah diduga dikerjakan tak sesuai Juknis.

terlihat tidak ada kisdam dilokasi bibir sungai dan diduga tak ada proses Dewatering pada saat pemasangan batu, untuk proses dewatering dilokasi proyek, padahal peralatan pompa sangatlah penting harus digunakan supaya tetap kering, pada saat posisi pemasangan batu tembok penahan tanah, Walaupun, pompa air bukan peralatan utama, namun proses dewatering itu wajib hukumnya, untuk menjaga kuwalitas semen adonan pada waktu pemasangan.

pada adukan sebagai perekat lantai dasar dalam pemasangan batu, di lokasi pekerjaan terlihat sangat miris sekali, sangat disayangkan.
pekerja’an yang dikerjakan CV. Barokhah risqi tak sesuai Juknis dalam pekerjaan dari penahan tanah bagian dalam sudah terlihat jelas mengurangi volum pada pekerja’an, Bambu trucuk yang ditemukan tak sesuai ukuran panjang
100 cm dan 160 cm dan 113cm

Awak media dan Tim LSM dilokasi memantau pembangunan proyek peningkatan jalan wonoplintahan- jedong cangkring, Dengan melihat secara langsung proyek tersebut mengecek pekerjaan mereka terkait Teknis kerjanya.

dan teknik pekerjaan pemasangan Tembok penahan tanah tak sesuai dengan petunjuk teknis kerja dan cara pemasangan batu terlihat asal asalan.

Lsm Gmicak, Generasi muda Indonesia cerdas Anti korupsi. Sebut saja Bejo Mengatakan ” sangat disayangkan dengan menggunakan anggaran sebesar itu proyek jalan wonoplintahan- jedongcangkring secara asal -asalan tanpa mengikuti metode teknis kerja” pekerja diduga Tak paham dengan petunjuk Teknis”, Pungkas Bejo.

Setelah memberikan statment Bejo dan tim menggambil gambar proyek tersebut untuk dijadikan data dalam pelaporan.

pekerjaan dilapangan tidak sesuai juknis, akibat kurangnya pengawasan dari pihak Dinas
dalam pelaksanaan pembangunan tersebut.(CS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *