PT Petrokimia Gresik Giat Sosialisasi Tertib Administrasi Dan Penandatanganan SPJB 2019.

by -583 views

Jejakkasus.info | Provinsi Bengkulu- Guna memastikan penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran, serta upaya meningkatkan koordinasi pendistribusian pupuk bersubsidi 2019 agar tertib administrasi PT Petrokimia Gresik (PG) giat sosialisasi tertib administrasi sekaligus penandatanganan SPJB antara Pengecer dengan PT. Pertani sabtu (12/01/19) dihotel Kuala Vew Pantai Panjang Bengkulu.

Hadir dalam acara tersebut Staf Perwakilan Derah Penjualan SPDP PT Petrokimia Gersik untuk wilayah Provinsi Bengkulu Rohandi Fadilah, GM PT Pertani Persero cabang Bengkulu Aji Kusumawardana Arif SP, dan diikuti oleh pengecer resmi yang datang dari lima kabupaten di Provinsi Bengkulu.

Sosialisasi dilakukan upaya meningkatan koordinasi antara Distributor dari PT Petrokimia dengan pengecer, agar dalam pendistribusian pupuk bersubsidi kepada petani ditahun 2019 tepat sasaran sesuai dengan peruntukkan, “kegiatan ini dilakukan guna mengantisipasi terjadinya penyimpangan dalam penyaluran dilapangan,” ujar Rohandi.

Penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli SPJB antara pengecir resmi dengan pihak distributor merupakan langkah awal dalam mikanisme penyaluran pupuk bersubsidi.

” Pupuk bersubsidi merupakan barang dalam pengawasan pemerintah, sehingga Distributor dan kios resmi wajib tertib administrasi, salah satu bentuk upaya mewujudkan tertib administrasi tersebut diantara dengan melakukan penandatanganan SPJB ini,” jelasnya.

Disampaikannya lebih lanjut, sebagai Produsen pupuk milik Negara, PT. Petrokimia Gresik diberikan tugas menyalurkan 4 jenis pupuk yaitu, ZA, SP-36, NPK Phonska dan Petroganik, dan untuk saat ini total stok pupuk PT Petrokimia Gresik mencapai 14.000 ton untuk musim tanam awal januari 2019, dan jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan petani saat musim nanti.

Dikatakannya, berdasarkan peraturann Menteri Pertanian Permentan No. 47 tahun 2018 alokasi pupuk bersubsidi provinsi Bengkulu tahun 2019 terjadi pengurangan sebanyak 2.153 ton, dimana pada tahun 2018 lalu jumlahnya mencapai 44.460 ton sedangkan 2019 hanya 42.307 ton, katanya. (Iwan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *